Interoperabilitas Pesawat B-737 TNI AU dan P-8A US Navy dalam Latihan Cooperative Deployment

Jakarta,IDM - Pesawat B-737 TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan P-8A Poseidon milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) melakukan latihan Cooperative Deployment (Codep) dalam latihan gabungan bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2022.

Melansir keterangan laman TNI AU, tni-au.mil.id, Sabtu (6/8), Codep merupakan integrasi kontrol udara terhadap kapal-kapal TNI AL yang melakukan operasi amfibi. Peran kedua pesawat tersebut memberikan dukungan data strategis serta memandu Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang akan melakukan pendaratan amfibi.
Selain itu, latihan ini pada dasarnya merupakan upaya untuk melatih kemampuan interoperabilitas pada operasi Joint Terminal Attack Controller (JTAC) untuk mengarahkan aksi pesawat tempur yang terlibat dalam dukungan udara jarak dekat dan operasi udara ofensif lainnya dari posisi depan.
Hal tersebut kemudian diimplementasikan dalam latihan pengeboman sasaran oleh Pesawat F-16 TNI AU di Pantai Dabo, Kepulauan Riau (4/8).

Pada latihan ini, B-737 dan P-8A juga melakukan foto udara yang digunakan sebagai sumber intelijen aktual untuk pengambilan keputusan para pimpinan lapangan dalam Latgabma SGS 2022.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































