SUPER GARUDA SHIELD

Gara-gara Abu Vulkanik, Operasi Lintas Udara Super Garuda Shield 2023 Batal Digelar

Personel Kopasgat
Personel Kopasgat saat mengikuti ground training jelang operasi lintas udara. (Foto: instagram/militer.udara)

Pasuruan, IDM - Salah satu rangkaian latihan puncak Super Garuda Shield 2023, yakni operasi lintas udara (linud) jarak jauh batal dilaksanakan lantaran abu vulkanik dari Gunung Semeru masih mengganggu jarak pandang.

Pernyataan tersebut dilontarkan Danbrigif Para Raider 18/Trisula, Letkol Inf Danang Prasetyo Wibowo kepada awak media, Sabtu (9/9). Menurutnya, keputusan pembatalan itu muncul usai US Air Force memantau kondisi abu vulkanik sekitar lokasi penerjunan di Grati, Pasuruan.

Baca Juga: SGs 2023, Panglima TNI Tinjau Latihan Operasi Pendaratan Amfibi di Situbondo

"Mereka menganggap bahwa abu itu membahayakan pesawat yang akan melintas usai penerjunan," kata Danang.

"Oleh karena itu dibatalkan yang tadinya rencana berangkat dari bandara base Jepang di Atsugi," lanjut dia.

Puluhan prajurit berbagai satuan dari tiga matra direncanakan bakal mengikuti operasi tersebut. Mereka dijadwalkan bakal berangkat dari Pangkalan Militer Atsugi, Jepang dan mendarat di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Grati usai menempuh 8 jam perjalanan menggunakan Boeing C-17 Globemaster milik Amerika Serikat.

Baca Juga: Panglima TNI: Lapas Militer Jauh Lebih Angker dan Intoleran dari Lapas Umum

Sejumlah operasi militer digelar dalam puncak latihan gabungan bersama Komando Indo-Pasifik AS (INDOPACOM) yang digelar selama 14 hari, sejak 31 Agustus hingga 13 September 2023. Selain operasi lintas udara, operasi perebutan objek vital dan pendaratam amfibi juga turut dilaksanakan dalam agenda yang melibatkan 20 negara tersebut.

Sebelumnya para prajurit mendapat kesempatan dalam mengikuti sejumlah pelatihan, termasuk ground training parasut hingga latihan drill multilateral teknis di Jepang, bersama prajurit negara peserta SGS 2023. (un)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.