SUPER GARUDA SHIELD

Diangkut dengan Pesawat C-17 Globemaster, Puluhan Prajurit Kopasgat Bakal Ikuti Operasi Lintas Udara Jarak Jauh SGS 2023

Personel Kopasgat
Personel Kopasgat saat mengikuti ground training jelang Operasi Lintas Udara Jarak Jauh Latgabma Super Garuda Shield 2023. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM - Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan 50 prajurit Batalyon Komando (Yonko) 464/Nanggala untuk mengikuti Operasi Lintas Udara Jarak Jauh (Long Distance Airborne Operation).

Operasi udara tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) Tahun 2023 yang digelar sejak 31 Agustus sampai 13 September 2023.

Baca Juga: Marinir TNI AL-US Bersama Angkatan Darat Jepang dan Singapura Gelar Drill Parsial Operasi Amfibi

Sebelum melakukan operasi, para prajurit Baret Jingga terlebih dahulu melaksanakan sejumlah persiapan yang dipusatkan di Narashino, Jepang bersama pasukan militer dari sejumlah negara, seperti Angkatan Bersenjata Jepang, Amerika Serikat (AS) serta Inggris.

Adapun persiapan yang mereka lakukan di antaranya ground training dan familiarisasi parasut T-11; geladi peta dan model; drill teknis serta taktik.

Personel Kopasgat
(Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Dikutip dari keterangan TNI AU dalam instagram @militer.udara, Jumat (8/9) dijelaskan, teknis pelaksanaan Operasi Lintas Udara Jarak Jauh ini diawali dengan take off dari Pangkalan Militer Atsugi, Jepang menuju Indonesia.

Diterbangkan dengan pesawat angkut raksasa milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) yakni Boeing C-17 Globemaster, para prajurit Kopasgat beserta prajurit militer sejumlah negara akan terbang sejauh 5.589 kilometer melintasi Samudra Pasifik.

Baca Juga: Puluhan Tank BMP-3F Andalan Korps Marinir Siap Tempur pada Operasi Amfibi SGS 2023

“Pada operasi lintas udara jarak jauh ini, para prajurit Yonko 464 Nanggala akan menempuh perjalanan selama 8 jam menuju Indonesia, untuk selanjutnya diterjunkan dengan menggunakan parasut T-11 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Grati, Pasuruan, Jawa Timur,” tulis TNI AU.

Selain Kopasgat, matra TNI lainnya diketahui turut mengerahkan personel mereka masing-masing, di antaranya Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha yang mengerahkan 21 prajuritnya; Yonif Para Raider 502/Ujwala Yudha dengan 25 prajurit; serta 29 prajurit dari Brigif Para Raider 18.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.