Daftar Alutsista Canggih TNI AD di Latgabma Super Garuda Shield 2025

Jakarta, IDM – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengatakan TNI AD akan menurunkan sejumlah Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) canggih dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2025.
"Untuk alutsista, TNI AD mengerahkan berbagai perlengkapan modern guna mendukung latihan ini," kata Wahyu kepada Indonesia Defense Magazine, Selasa (26/8).
Baca Juga: Aksi Pesawat Tempur F-16 hingga Helikopter TNI AU Meriahkan Merdeka Run 8.0K
Ia membeberkan sejumlah Alutsista tersebut yaitu satu seksi Armed Roket yang terdiri dari 2 unit peluncur roket MLRS Astros lengkap dengan 5 kendaraan kesistemannya, kemudian 7 unit helikopter yang terdiri dari 2 unit Apache AH-64, 3 unit Bell 412, 1 unit Fennec AS 550, dan 1 unit Mi-17V5.
"Selain itu, digunakan pula berbagai senjata infanteri termasuk senapan serbu Caracal, pistol G2 Combat, senapan SO Minimi, serta mortir kaliber 60 mm dan 81 mm," jelas Wahyu.
Baca Juga: TNI AD Kerahkan 655 Prajurit di Latgabma Super Garuda Shield 2025
Sementara itu untuk jumlah personel, TNI AD mengerahkan total 655 prajurit. Jumlah tersebut terdiri dari unsur penyelenggara sebanyak 145 personel, pendukung 162 personel, dan pelaku 348 personel yang berasal dari berbagai satuan TNI AD seperti Kostrad, Kopassus, Puspenerbad, Pussenif, Pussenarmed, hingga beberapa batalyon dan kodam terkait.
"Kehadiran personel dan alutsista ini menjadi bukti kesiapan TNI AD dalam menggelar latihan berskala internasional, sekaligus memperkuat interoperabilitas dengan militer negara sahabat," tutup Wahyu.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































