Australia Kirim Ratusan Prajurit ke Indonesia, Ikuti SGS 2024

Jakarta, IDM – Australia mengirimkan ratusan prajurit Angkatan Darat ke Indonesia untuk mengikuti Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Multi Nasional Super Garuda Shield (SGS) tahun 2024.
Hal ini diungkapkan Puspen TNI dalam siaran resminya dikutip, Jumat, (23/8).
Baca Juga: Berkunjung ke Kemhan, Komandan Koopsus AS Bahas Penguatan Kemitraan dengan Prabowo
"Dengan menggunakan pesawat Royal Australian Air Force (RAAF), ratusan prajurit Angkatan Darat Australia tiba di Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda, Surabaya, Kamis (22/8/2024)," bunyi keterangan Puspen TNI.
Latma SGS 2024 sendiri akan berlangsung mulai akhir Agustus mendatang di Surabaya dan Baluran Situbondo Jawa Timur.
Baca Juga: Danlanud SMH Palembang Lakukan Patroli Udara, Pantau Lokasi Karhutla di Wilayah Sumatera Selatan
Setibanya di Lanudal Juanda, para Prajurit Angkatan Darat Negeri Kangguru tersebut langsung melakukan registrasi di Imigrasi sebelum berpindah ke daerah latihan.
Angkatan Darat Australia merupakan salah satu negara yang aktif mengirimkan pasukannya dalam pelaksanaan Latgabma Super Garuda Shield. Dimana tahun ini merupakan keikutsertaannya yang ke tiga selama digelarnya event Super Garuda Shield.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































