HISTORY

Ini Dia 9 Kehebatan Prajurit Pusdikzi TNI AD yang Dibentuk pada 1950

prajurit Zeni
Aksi prajurit Zeni TNI AD saat latihan Drill Tempur Batalyon Tim Pertempuran (YTP) 100 Kodam I/BB yang digelar di Desa Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM - Hari ini 73 tahun yang lalu atau tepatnya 15 April 1950, Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi) Angkatan Darat resmi didirikan. Hal ini ditandai dengan peristiwa serah terima antara Depot Genie Troepen KNIL (Pusat Pendidikan Zeni pasukan kolonial Belanda) kepada TNI AD dan sesuai Surat keputusan Kasad No. 263/KSAD/KPTS/1954 Tanggal 27 September 1954.

Dilansir dari Youtube resmi Pusdikzi, Sabtu, (15/4) disebutkan Pusdikzi sendiri memiliki tugas pokok menyelenggarakan operasional dan pengembangan pendidikan Zeni dalam rangka mendukung tugas pokok Kodiklat AD. Hal ini disesuaikan dengan moto Pusdikzi "Wiyata Ksatria Bhakti" dan kehormatan sebagai dasar.

Baca Juga: Lanud Raden Sjadad, Benteng Pertahanan Negara yang Dibangun dari Keringat Prajurit dan Rakyat

Nantinya latihan pendidikan ini akan melahirkan prajurit yang Sapta Marga serta memiliki profil tanggap, tanggon dan trengginas.

Selain itu dijelaskan pula para prajurit yang terdiri dari Tamtama, Bintara dan Perwira ini harus wajib menguasai sembilan kemampuan Zeni yaitu konstruksi, destruksi, samaran, rintangan, penyebrangan, penyelidikan zeni, perbekalan air dan listrik, penjinak bahak peledak (Jihandak) serta nuklir-biologi-kimia (Nubika).

gedung Pusdikzi
Bangunan gedung Pusdikzi TNI AD. (Foto: Penerangan Pusdikzi TNI AD)

Bangunan berusia 2,5 abad

Berikutnya dalam YouTube tersebut juga dijelaskan bangunan Pusdikzi yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Bogor ini merupakan peninggalan penjajah Belanda, yang dibangun sekitar tahun 1745. Total umur bangunan tersebut adalah 2,5 abad.

Baca Juga: 77 Tahun Menjaga Kedaulatan Indonesia, Ini Kilas Balik Lahirnya TNI AU

Saat itu tujuan pemerintah Belanda membangun gedung tersebut adalah untuk menampung Pasukan Pengawal gedung Pemerintah (Buitenzorg) sekarang Istana Bogor. Gedung tersebut dipakai oleh pemerintah Belanda sampai Tahun 1942 dan setelah Jepang menyerah kalah terhadap sekutu pada akhir Perang Dunia II (1945) gedung tersebut diambil alih oleh Depot Genie Troepen (KNIL). Pada saat Jepang berkuasa di Indonesia, Jepang mempergunakan gedung ini untuk mendidik prajurit-prajurit PETA. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.