Tekan Pelanggaran Perbatasan, TNI-Militer Australia Evaluasi Operasi Maritim

Jakarta, IDM- TNI bersama Angkatan Bersenjata Australia mengevaluasi operasi di wilayah perbatasan antarkedua negara. Evaluasi ini bertujuan menekan angka pelanggaran keamanan maritim di kawasan perbatasan.
Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksda Yayan Sofiyan memaparkan evaluasi tersebut dalam sidang High Level Committee Australia-Indonesia (HLC Ausindo) di Canberra, Kamis (5/11). Sidang bilateral pertahanan ini dipimpin oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Bambang Trisnohadi.
Yayan menyatakan evaluasi ini merujuk pada instruksi KSAL Laksamana Muhammad Ali yang menekankan pentingnya pengamanan kepentingan nasional melalui diplomasi angkatan laut yang berlandaskan prinsip kesetaraan untuk menjaga stabilitas kawasan.
"Evaluasi operasi di wilayah perbatasan ini bertujuan untuk menurunkan tingkat pelanggaran keamanan maritim," ujar Yayan, dikutip dari lamanTNI AL,Jumat (6/11).
Dalam pertemuan tersebut, delegasi TNI dan Angkatan Bersenjata Australia juga menyepakati sejumlah kerja sama strategis meliputi bidang intelijen, operasi, latihan bersama, pendidikan, logistik, serta peningkatan kapasitas militer.
Selain membahas perbatasan, Yayan mengundang Angkatan Laut Australia untuk mengirimkan delegasi dan kapal perang dalam latihan multilateral Multilateral Naval Exercise (MNEK) Komodo 2027, International Maritime Security Symposium (IMSS), dan International Fleet Review (IFR) di Jakarta.
Hankam

Satgas TNI Sita Senjata OPM saat Susuri Sungai di Yahukimo, Sempat Diwarnai Kontak Tembak
Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 3 Marinir menyita senjata rakitan dan perlengkapan OPM di Kali Braza, Yahukimo, setelah terlibat kontak tembak singkat tanpa korban jiwa.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
















































































