Mengenang Sejarah Bangsa Melalui Monumen Perjuangan Mempertahankan NKRI

Jakarta, IDM - Bangsa Indonesia menempuh jalan panjang untuk meraih kemerdekaan. Perjuangan mati-matian tidak hanya dilakukan oleh para pejuang, tapi juga didukung segenap lapisan masyarakat. Jerih payah hingga mempertaruhkan nyawa dilakukan para pendahulu untuk menjamin kemakmuran generasi penerus.
77 tahun berlalu, buah manis perjuangan itu dapat dirasakan. Beragam kemudahan dialami sebagian masyarakat, kendati pembenahan di sejumlah sektor harus terus dilakukan. Salah satu upaya merawat kemaslahatan dapat dilakukan dengan mengenang upaya-upaya yang telah ditempuh Indonesia sejak tahun 1945. Pemantik ingatan itu pun bisa berupa apa saja, termasuk pembangunan Monumen Perjuangan Mempertahankan NKRI yang diresmikan oleh Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono pada Juli 2013 lalu.
Baca Juga: Gugur Diserang KST, Prajurit Operasi SAR Pilot Susi Air Belum Dievakuasi
Mengutip sejarah-tni.mil.id, monumen yang terletak di Mabes TNI, Cilangkap itu merupakan gagasan pimpinan TNI untuk menggambarkan keberhasilan NKRI melewati masa-masa sulit setelah kemerdekaan. Sebab meski telah dinyatakan bebas dari penjajahan, Indonesia masih diuji mempertahankan kemerdekaan dari kolonialisme dan imperalisme Belanda yang kembali menjajah Indonesia, serta pemberontakan yang terjadi di berbagai daerah.

Bangunan yang berdiri di tanah seluas 4.680 meter persegi ini menyajikan sebagian besar peristiwa yang dialami Indonesia serta bentuk-bentuk perjuangan TNI dalam mempertahankan negara sepanjang tahun 1945 hingga 1949. Torehan sejarah itu dihgambarkan melalui 21 relief yang diseleksi berdasarkan historis.
Baca Juga: Prajurit TNI AD Bangun Rumah Baca bagi Anak Perbatasan Indonesia-Malaysia
Selain puluhan relief tersebut, monumen ini juga menghadirkan sosok Panglima Besar Jenderal Sudirman dengan latar belakangnya memimpin gerilya sebagai simbol bangunan tersebut. Saat diresmikan, monumen ini diharapkan menjadi wahana belajar bagi generasi muda untuk memahami arti kemerdekaan hingga persatuan negara sebagai modal mempertahankan NKRI. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.















































































