Mengenal Cureng, Pesawat Tempur Andalan RI di Era Kemerdekaan

Jakarta, IDM - Pesawat Cureng pernah menjadi andalan Indonesia di awal kemerdekaan. Salah satu peran yang diemban Cureng yakni melindungi negara dari ganasnya Partai Komunis Indonesia (PKI) di Madiun, tepat tiga tahun setelah proklamasi digaungkan.
Dilansir dari tni-au.mil.id, dalam memberantas pemberontakan PKI di Madiun pada September 1948, pesawat tempur pertama Indonesia itu mendapat tugas menyebarkan pamflet kepada masyarakat agar tidak mengikuti pemberontakan PKI, dan mendukung pemerintah untuk menumpasnya.
Cureng adalah nama asli Indonesia yang disematkan untuk pesawat tempur asal negeri Sakura. Dalam bahasa Jepang, pesawat buatan Nippon Hikoki KK tahun 1933 ini dikenal dengan sebutan Yokusuka K5Y (Shinsitei).
Cureng tergolong pesawat kecil bermesin tunggal. Karena ukurannya itulah, Cureng bisa mengelabui mata lawan sehingga sangat diandalkan dalam banyak situasi di era kemerdekaan.
Dikutip dari kompas.com, Cureng pertama kali ditemukan di Pangkalan Udara (Lanud) Maguwo, Yogyakarta. Tidak hanya satu atau dua, pesawat peninggalan Jepang itu ada 50 buah.
Suryadi Suryadarma yang kala itu menjabat sebagai Kepala Staf TNI AU (KSAU) berinisiatif untuk mendatangkan teknisi dari Jawa Barat untuk memeriksa kondisi dan kemungkinan pesawat bisa dioperasikan kembali.
Atas jasanya mengawal Indonesia di era kemerdekaan, Cureng diabadikan di Museum Satria Mandala, Pusat Sejarah TNI, Jakarta pada tahun 1977. Empat puluh tahun kemudian, tepatnya pada 26 Oktober 2017, bersamaan dengan perayaan hari jadi Komando Pemeliharaan Materiel TNI AU (Koharmatau), pesawat Cureng dipindah dari Jakarta menuju Yogyakarta, dan menjadi koleksi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala. (un)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.















































































