KRI Teluk Bone 511, Kapal Bersejarah yang Dihibahkan AS Terbengkalai di Padang

Jakarta, IDM - KRI Teluk Bone 511, eks kapal perang milik TNI AL yang dihibahkan US Navy (Angkatan Laut Amerika Serikat) kini dikabarkan terbengkalai di Padang, Sumatera Barat. Hal ini terlihat dari unggahan satu media sosial instagram @infopadang_id seperti dilihat, Rabu (21/5).
"Eks kapal perang yang mempunyai panjang 100 meter, dan lebar 15 meter ini, telah bersandar hampir dua tahun di perairan Kota Pariaman, tepatnya di depan Pantai Pauh," tulis akun tersebut.
Baca Juga: Menilik Sejarah Tanda Pengenal Pesawat TNI AU

Bagaimana ceritanya kapal ini bisa berada di Pariaman?
Dilansir dari laman resmi TNI, Rabu (20/5) kapal ini dahulunya bekas kapal perang Amerika Serikat USS Iredell County (LST-839) jenis landing ship tank (LST). Kapal ini dibuat di galangan kapal American Bridge Company, Ambridge, Pennsylvania, Amerika Serikat pada 25 September 1944, dan ditugaskan di beberapa mandala selama memperkuat armada Amerika Serikat di antaranya Perang Dunia II pada 1945-1946. Kemudian, perang Vietnam pada 1966-1970.
Beberapa penghargaan juga diperoleh kapal ini seperti Battle Star selama Perang Dunia II, dan sembilan Campaign Star atas perannya pada perang Vietnam.
Baca Juga: Pesawat Pemberian Rusia Jadi Awal Lahirnya Skadron Udara 17
Kapal perang itu diserahkan kepada Pemerintah Indonesia pada Juli 1970 untuk memperkuat jajaran armada TNI AL pada 12 Desember 1970 dengan nama KRI Teluk Bone-511.

Kapal seberat 2.160 ton ini mampu mengangkut 17 tank dengan beberapa jenis kendaraan. Selama ini, kapal perang terbesar banyak dilibatkan dalam operasi militer seperti Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Sejumlah operasi yang pernah melibatkan KRI ini di antaranya Operasi Seroja Timor-Timur, Operasi Dwikora, Operasi Bhakti Surya Bhaskara Jaya, dan pergeseran pasukan dalam rangka pengamanan daerah rawan (pamrahwan).
Kemudian operasi penanggulangan bencana alam di Padang, Nias serta tsunami di Aceh, dan pengamanan pulau-pulau terluar (pamputer). Pada 25 April 2013, Letkol Laut (P) Bayu Alisyahbana menjabat sebagai komandan kapal ini.
KRI Teluk Bone-511 ini pensiun pada Kamis, 15 Agustus 2019 dan melalui proses panjang akhirnya KRI ini dihibahkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) ke Kota Pariaman untuk dijadikan museum bahari. KRI ini tiba di perairan Pariaman pada 28 September 2023 lalu, setelah di towing selama satu bulan perjalanan laut dari Surabaya. Kini kapal tersebut masih terbengkalai di perairan pantai Pauh, Pariaman, dan belum ada tanda-tanda proses persiapan untuk dijadikan museum. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.















































































