HISTORY

Rekam Jejak Lahirnya Sekolah Telegrafis Udara

Sekolah Radio Telegrafis Udara
Sekolah Radio Telegrafis Udara. (Foto: Dok. Instagram @sejarah_tniau)

Jakarta, IDM – Di tengah keterbatasan pada awal masa kemerdekaan, Indonesia terus berupaya membangun fondasi kekuatan udaranya, salah satunya melalui penguatan kemampuan komunikasi penerbangan.

Upaya tersebut ditandai dengan pembukaan Sekolah Radio Telegrafis Udara pada 3 Maret 1947 di Pangkalan Udara Bugis, Malang, sebagaimana diungkap melalui unggahan Instagram @sejarah_tniau yang dikutip Minggu (22/3).

Baca Juga: Pertempuran Selat Sunda: Kisah Dua Kapal Sekutu Dikepung Armada Jepang

Pada pembukaan tersebut, sekolah menerima 34 siswa yang terdiri dari 20 anggota Inspektorat Genie Angkatan Darat serta 14 lulusan SMP yang telah melalui proses seleksi.

Para siswa kemudian dibagi ke dalam dua kelas, yakni Kelas A bagi mereka yang telah memiliki dasar radio telegrafis, dan Kelas B bagi yang belum memiliki pengetahuan dasar.

Dalam pelaksanaannya, pendidikan juga dibedakan antara calon awak udara (air crew) dan awak darat (ground crew). Khusus calon air crew, mereka diwajibkan lulus pemeriksaan kesehatan sesuai standar yang ditetapkan Opsir Udara I dr. Esnawan bersama tim medis.

Untuk memimpin lembaga pendidikan tersebut, ditunjuk Opsir Muda Udara I Adi Sumarmo Wirjokusumo sebagai Kepala Sekolah sekaligus instruktur Bahasa Inggris. Ia merupakan mantan Flight Radio Operator dari the Netherlands Indies Air Force yang memiliki pengalaman di bidang komunikasi udara.

Baca Juga: Monumen Ngoto, Mengenang Gugurnya Perintis TNI AU dalam Tragedi Pesawat Dakota 1947

Sebelum diresmikan secara formal pada Maret 1947, sekolah ini sebenarnya telah lebih dahulu dibuka dalam kondisi darurat pada Februari 1946. Dari penyelenggaraan awal tersebut, telah dihasilkan 16 tenaga radio telegrafis yang kemudian ditempatkan di berbagai pangkalan udara guna mendukung operasional penerbangan.

Keberadaan sekolah ini menjadi tonggak lahirnya operator radio yang berperan penting dalam mendukung perjuangan udara Republik Indonesia. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.