Mengenal Rudal SAM-75, Sistem Pertahanan Udara Indonesia di Era 1960-an

Jakarta, IDM – Di era tahun 1960-an Indonesia pernah mempunyai Rudal SAM-75. Kehadiran rudal ini di tengah ketegangan geopolitik dan konfrontasi dengan Belanda terkait Irian Barat (kini Papua).
Dilansir dari keterangan Dinas Sejarah TNI AU melalui unggahan video instagram @sejarah_tniau, Sabtu (7/2), dijelaskan bahwa Rudal SAM-75, singkatan dari Surface to Air Missile (Rudal Darat ke Udara). Aslinya, sistem ini dinamai S-75 Dvina oleh Uni Soviet, sementara NATO menyebutnya SA-2 Guideline.
Baca Juga: Mengenang Sejarah Operasi Jembatan Udara
Rudal ini tiba di Indonesia pada tahun 1962, sebagai sistem pertahanan udara canggih untuk melindungi Jakarta dan obyek vital lainnya dari ancaman udara.
Spesifikasi Rudal SAM-75
Sistem SAM-75 adalah kombinasi terintegrasi dari beberapa komponen utama, seperti rudal berpemandu V-750, peluncur darat tipe SM-90, radar pengendali tembakan RSNA/SNR-75 "Fan Song", serta sistem komunikasi yang saling terhubung untuk memastikan operasi yang efektif dan tepat sasaran.
Rudal ini memiliki kecepatan hingga Mach 3 dan jangkauan efektif hingga 40 km, SAM-75 menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan udara Indonesia.
Baca Juga: Sejarah Kowal: 12 Perwira Pionir yang Membuka Jalan ke Kancah Dunia
Selain itu, kemampuan lain rudal ini adalah melakukan intersepsi pada ketinggian mencapai 88.000 kaki yang menjadikannya sebagai alat pertahanan udara yang sangat efektif pada masanya.
Saat itu, untuk penempatan TNI AU membentuk Wing Pertahanan Udara 100 Peluru Kendali sebagai markas untuk mengoperasikan SAM-75. Wing ini terdiri dari tiga skadron peluncur dan satu skadron teknik yaitu Skadron 101 di Cilodong, Skadron 102 di Tangerang, Skadron 103 di Cilincing, dan Skadron Teknik 104 Penyiap Peluru Kendali di Pondok Gede. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.















































































