HISTORY

F-86 Avro Sabre, Pesawat Tempur yang Berjaya di Perang Korea dan Sempat Perkuat TNI AU

F-86 Avro Sabre, Pesawat Tempur yang Berjaya di Perang Korea dan Sempat Perkuat TNI AU
Pesawat tempur F-86 Avro Sabre. (Dok. IG @militer.udara)

Jakarta, IDM – Pesawat Tempur F-86 Avro Sabre pernah menjadi salah satu elang besi yang memperkokoh kekuatan TNI Angkatan Udara (TNI AU) pada dekade 1970-an. Pesawat asal Australia ini merupakan pioner pesawat tempur canggih di masanya dan begitu legendaris di era Perang Korea. Pasalnya, jet tempur berkursi tunggal ini sempat menjadi lawan berat bagi jet tempur MiG-15 buatan Rusia.

Nama Sabre kian terdongkrak pasca pesawat ini berhasil mengalahkan 792 dari 900 pesawat tempur MiG saat perang Korea. Alhasil, banyak negara yang tertarik untuk membeli pesawat ini untuk mendukung kekuatan udara mereka. Pesawat ini sejatinya memang dirancang sebagai pesawat tempur untuk keunggulan di udara.

Dikutip dari Instagram TNI AU, Sabtu (24/12), kedatangan pesawat F-86 Avro Sabre ke Indonesia dilakukan melalui sebuah operasi bertajuk “Garuda Bangkit” dan diketuai oleh Panglima Kohanudnas, Marsda TNI Iskandar. Operasi tersebut dilakukan dengan merujuk pada surat perintah KSAU Nomor: Print/225/II/KSAU tanggal 5 November 1971.

Delapan pesawat F-86 Avro Sabre yang merupakan hibah dari Australia ini tiba di Lanud Iswahjudi, Madiun, pada 19 Februari 1973 dan disambut oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) yang menjabat saat itu, Marsekal TNI Suwoto Sukendar. Pengiriman pesawat pada gelombang pertama ini dilakukan secara terbang feri dengan rute Williamstown - Darwin - Denpasar - Iswahjudi.

Sementara tujuh unit lainnya tiba pada 21 Februari 1973. Selanjutnya, pada tanggal 23 Febuari 1973 satu unit pesawat datang kembali, sehingga total jumlah pesawat F-86 Avro Sabre yang dimiliki Indonesia adalah 16 pesawat.

Kehadiran F-86 Avro Sabre memiliki arti penting untuk menghidupkan kembali Skadron Tempur TNI AU saat itu. Pesawat ini ditempatkan di Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi dan merupakan pesawat pengganti pendahulunya MiG-21F asal Rusia, yang dikandangkan pada tahun 1966.

Dikenal lincah di medan tempur Korea, pesawat ini sempat menjadi andalan “Spirit 78”, tim akrobatik TNI AU. Untuk mendukung aksinya, Spirit 78 menggunakan pesawat F-86 Avro Sabre.

Baca: Perang Puputan Bayu, Pangeran Jagapati Pimpin Banyuwangi Lawan VOC

Selain itu, mengutip keterangan Kepala Dinas Potensi Dirgantara (Kadispotdirga) Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Kolonel Tek Chaeruman, pesawat ini pada awalnya digunakan untuk mendidik para pilot TNI AU. Para pilot harus menjajal pesawat latih F-86 Sabre sebelum mereka melakukan transisi ke pesawat tempur lainnya.

Namun, setelah tahun 1980-an, penggunaannya telah diganti dengan pesawat tempur jenis T-50 Golden Eagle yang merupakan pesawat latih (trainer) supersonik buatan Amerika-Korea Selatan. Kini, satu unit F-86 Sabre dengan tail number TS-8609 dapat dilihat oleh masyarakat pasca dihibahkan oleh TNI AU untuk menjadi koleksi di Museum PETA Kota Blitar. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.