Pesawat Tempur dan Helikopter TNI AU Bidik Target dalam Latihan Pratugas Satgasud Pamtas Papua

Jakarta, IDM –TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan sejumlah unsur pesawat beserta Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) dalam latihan pratugas Satuan Tugas Udara (Satgasud) untuk mendukung kesiapan operasi perbatasan RI-Papua Nugini (PNG) Tahun Anggaran 2026.
Melansir Penerangan Grup 2 Heli dalam unggahan Instagram@grup_2_Helikopter,Minggu (8/11), unsur pesawat TNI AU yang terlibat meliputi Boeing 737-200 dari Skadron Udara 5, EMB-314 Super Tucano dari Skadron Udara 21, helikopter NAS-332 Super Puma dari Skadron Udara 6, serta H225M/EC-725 Caracal dari Skadron Udara 8.
Selain pesawat-pesawat TNI AU, latihan yang sama juga turut melibatkan unsur penerbangan TNI Angkatan Darat (TNI AD) yaitu helikopter Bell-412 dari Skdaron 21/AAY Puspenerbad, serta MI-17V5 dari Skadron 31/AYC Puspenerbad.
Seluruh rangkaian latihan berlangsung pada 26-31 Oktober 2026 di Air Weapon Range (AWR) Pandanwangi, Lumajang, Jawa Timur, dan AWR Salatri, Cianjur, Jawa Barat.
Latihan dipimpin langsung oleh Komandan Grup 2 Heli Marsma TNI A.F. Picaulima yang bertindak sebagai Komandan Latihan (Danlat). Ia menyoroti sejumlah nilai penting yang dapat diperoleh peserta selama latihan. Untuk itu, latihan berfokus pada peningkatan kemampuan teknis dan taktis penerbang serta awak pesawat, penguatan koordinasi antarsatuan, dan pemantapan kesiapan operasional unsur udara.
“Latihan pratugas menjadi sarana untuk mengukur kemampuan personel menguji keterpaduan antarsatuan, serta memastikan kesiapan alutsista sebelum melaksanakan tugas operasi,” ungkap Picaulima.

Skenario Latihan
Skenario latihan diawali dengan pergerakan pesawat Boeing 737-200. Mengudara dengancall sign‘Camar’, Boeing menjalani misi pengintaian dan pengamatan dengan menggunakanlaser illuminatoruntuk memastikan posisi target.
Kemudian, pesawat tempur Super Tucano dengancall sign‘Gagak’ melaksanakan dua serangan, yaitubombingdengan menjatuhkan bom dari pesawat danstrafingdengan menembakkan senjata pesawat ke sasaran di darat. Dalam skenario tersebut, ‘Gagak’ menyerang target dengan acuan informasi yang diperoleh dari ‘Camar’.

Sementara itu, Caracal melakukanrocketing, yakni meluncurkan roket yang terpasang di helikopter sebagai pembuka serangan di AWR Salatri. Selain itu, fase yang sama juga bertujuan untuk melumpuhkan sasaran dan memberikan dukungan udara jarak dekat(close air support).
Setelah itu, Caracal dan Cougar melaksanakanstrafinguntuk menekan musuh sebelum pasukan elite TNI AU melakukan inflitrasi. Helikopter Cougar kemudian mendarat dilanding zoneuntuk menurunkan pasukan khusus Korpasgat. Pasukan kemudian bergerak cepat menguasai sasaran di bawah perlindungan dari udara.
Di sisi lain, Bell-412 Pegasus dan Mi-17 Byson melaksanakan penembangan menggunakan senapan mesin Gatling. Senapan itu merupakan sistem senapan mesin multi-laras berputar yang dirancang untuk menghasilkan kecepatan tembak dengan kecepatan sangat tinggi (mencapai ribuan peluru per menit) guna memberikan perlindungan tembakan atau dukungan bagi pasukan di darat.
Hankam

Pesawat Tempur dan Helikopter TNI AU Bidik Target dalam Latihan Pratugas Satgasud Pamtas Papua
TNI AU mengerahkan sejumlah pesawat tempur, helikopter, dan pasukan Korpasgat bersama unsur penerbangan TNI AD dalam latihan pratugas Satgasud guna memantapkan kesiapan operasi perbatasan RI-Papua Nugini.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.













































































