HISTORY

Pesan Ben Mboi Kepada Menhan Prabowo: Love Your People and Use Your Common Sense

Pesan Ben Mboi Kepada Menhan Prabowo: Love Your People and Use Your Common Sense
(Foto/Facebook Prabowo Subianto)

Jakarta, IDM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang didampingi Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto baru saja meresmikan kampus politeknik Aloysius Benedictus Mboi (Ben Mboi) Universitas Pertahanan Republik Indonesia di Belu, Atambua pada Kamis (24/3).

Pemilihan nama Ben Mboi sebagai nama kampus pertama yang berada di Belu ini bukan tanpa sebab. Setelah pensiun dari dunia militer, Ben Mboi sempat menjabat sebagai Gubernur NTT selama 1 dekade dan dikenal sebagai sosok yang membawa perubahan. Ben Mboi dinilai berkontribusi dalam mengubah daerah padang rumput yang gersang dan berbatu menjadi hutan lamtoro melalui program Operasi Nusa Hijau.

Dilansir dari buku Kepemimpinan Militer yang ditulis oleh Menhan Prabowo, Ben Mboi merupakan sosok dokter militer yang dikenal karena ikut terjun bersama pasukan Resimen Komando Angkatan Darat (RPKAD) di Merauke pada saat operasi pembebasan Irian Barat.

Menhan Prabowo menceritakan saat Ben Mboi menaiki pesawat Hercules untuk terjun di Irian Barat. Waktu itu yang melepas adalah Panglima Komando Mandala yaitu Mayor Jenderal TNI Soeharto yang kemudian menjadi jenderal dan akhirnya menjadi Presiden Republik Indonesia.

“Pak Ben Mboi menceritakan bahwa pasukan yang dipimpin Pak Benny Moerdani itu termasuk di dalamnya Pak Ben Mboi yang masih berpangkat Letnan Satu waktu itu, diapelkan di sebelah pesawat Hercules yang mesinnya sudah bunyi. Jadi, di bawah desing mesin pesawat yang sangat bising, Pak Harto menyampaikan sambutan yang sangat singkat,” tulis Menhan Prabowo mengingat percakapannya dengan Ben.

Saat itu, menurut Ben, Pak Harto mengatakan, "Sebentar lagi saudara-saudara akan berangkat untuk diterjunkan di daerah Merauke dalam rangka operasi merebut kembali Irian Barat. Dua tim sebelum kalian sudah diterjunkan beberapa minggu lalu sampai hari ini tidak ada kontak dengan mereka. Kemungkinan kalian tidak kembali lebih dari 50%. Saya beri waktu tiga menit kalau ada di antara kalian yang ragu-ragu, yang tidak mau berangkat silakan keluar barisan."

“Menurut Pak Ben Mboi tidak ada yang keluar barisan. Pak Harto melihat jamnya dan setelah tiga menit memerintahkan semua pasukan agar naik pesawat. Menurut Pak Ben Mboi kepada saya, seandainya Pak Harto memberi lebih dari 5 menit, jangan-jangan banyak yang keluar barisan,” ucap Menhan Prabowo.

Menhan Prabowo juga mengingat hal penting yang pernah dianjurkan Ben untuknya."Prabowo, kalau mau jadi pemimpin yang baik, saya hanya bisa anjurkan 2 hal. First, love your people and second, use your common sense, kau tidak akan meleset," terang Menhan Prabowo mengingat ucapan Ben. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.