HISTORY

Menilik Sejarah Elephant Walk, Iring-iringan Pesawat Militer di Landasan Pacu

Menilik Sejarah Elephant Walk, Iring-iringan Pesawat Militer di Landasan Pacu
Jet tempur F-16 TNI AU yang melakukan formasi elephant walk saat gladi kotor Garuda Flight peringatan HUT ke-77 RI. (Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM - Elephant walk menjadi salah satu istilah yang begitu lekat dengan iring-iringan pesawat militer yang berbaris panjang dan rapat saat menuju landasan pacu. Disebut sebagai elephant walk pasalnya formasi tersebut tampak seperti migrasi kawanan gajah yang berbaris untuk menuju sumber air.

Formasi ini juga sering digunakan dalam keadaan darurat saat sejumlah pesawat tempur harus lepas landas secara sekaligus.

Menilik sejarah, istilah elephant walk pertama kali dipopulerkan oleh Angkatan Udara AS (USAF) saat Perang Dunia ke-II. Dikutip dari Air Mobility Command, formasi ini dilakukan ketika Sekutu memiliki 1.000 armada pesawat pembom pada tahun 1944. Ribuan pesawat yang diberangkatkan dari pangkalan militer mereka tersebut disiapkan untuk melakukan serangan besar-besaran terhadap instalasi milik Nazi, Jerman.

Saat itu, Sekutu merancang formasi elephant walk untuk memaksimalkan jumlah pesawat yang akan dikerahkan dalam waktu singkat.

Elephant walk bukan hanya sekadar show force, tetapi mencerminkan kemampuan unit, kerja sama tim, dan kesiapan pilotnya.

Baca: Basis Pesawat Tempur, Selayang Pandang dari Lanud Maospati menjadi Lanud Iswahjudi

Kini, formasi elephant walk telah dilakukan oleh seluruh militer di dunia, tidak terkecuali TNI Angkatan Udara (TNI AU). Yang terbaru, TNI AU sempat memperlihatkan formasi ini dengan pesawat tempur F-16, dalam gladi kotor demo udara Garuda Flight peringatan HUT ke-77 RI yang digelar di landasan pacu Halim Perdanakusuma. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.