HISTORY

Marthen Indey, Pahlawan Nasional Gagah Berani Asal Papua

Marthen Indey, Pahlawan Nasional Gagah Berani Asal Papua
Marthen Indey (Sumber: Direktorat K2KRS)

Jakarta, IDM - Meski berada paling timur Indonesia, tanah Papua seolah tak pernah habis akan tokoh-tokoh nasionalis yang sangat gagah berani memperjuangkan kemerdekaan bangsa, seperti Marthen Indey.

Pria yang lahir di Doromena, Papua, 14 Maret 1912 silam, ialah salah seorang putra Papua yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai Pahlawan Nasional Indonesia, bersama dengan dua putra Papua lainnya, yaitu Frans Kaisiepo dan Silas Papare.

Sebelum berjuang bersama para pejuang, pada Februari 1941, dikutip dari buku Mengenai Pahlawan Indonesia (2010), ditulis oleh Arya Ajisaka, dijelaskan Marthen Indey awalnya seorang polisi Belanda. Marthen adalah lulusan sekolah polisi di Sukabumi.

"Saat kembali ke Papua, ia ditugaskan untuk mengawasi tokoh-tokoh pejuang Indonesia yang diasingkan Belanda ke Digoel," kata Arya dalam buku tersebut.

Marthen ditugaskan menjadi Tweede Posthuiscommandant (Wakil Komandan Polisi Jaga). Ia mengepalai 31 orang polisi jaga untuk melakukan penjagaan di Kamp Tahanan Politik Boven Digoel. Di sana pun, Marthen mulai berkenalan dengan tokoh-tokoh pejuang sehingga membangkitkan semangat kebangsaan Indonesia dari dalam dirinya.

"Tokoh yang berperan dalam menumbuhkan semangat dalam diri Marthen adalah Sugoro Atmoprasodjo, mantan guru Taman Siswa yang diasingkan oleh Belanda ke Digoel," kata Arya.

Soewarsono, Herman Hidayat, Ana Windarsih, dkk dalam buku Jejak Kebangsaan: Kaum Nasionalis di Manokwari dan Boven Digoel (2013) menjelaskan, pertemuan Marthen dengan para tahanan politik di Digoel telah mengubah sikapnya terhadap pemerintah kolonial Belanda.

"Ia mulai tidak setuju dengan perlakuan keras dari pemerintah kolonial terhadap para tahanan," kata Soewarsono dkk dalam buku tersebut. Tak disangka, Marthen justru mengadakan rapat gelap dengan 31 orang agen polisi bawahannya untuk menangkap orang-orang Belanda.

Sementara, orang yang menjadi sasarannya tak lain adalah atasan Marthen, Kontrolir Wegner dan seorang pastor Belanda. Namun sayang, misi penangkapan tersebut gagal. Sebab, rencana pemberontakannya dibocorkan oleh salah seorang polisi yang merupakan anak buahnya sendiri. Akibatnya, Marthen bersama anak buahnya menjalani hukuman selama delapan bulan di Pesnamman.

Pada 1946, Marthen bergabung dengan organisasi politik bernama Komite Indonesia Merdeka (KIM), yang kemudian dikenal dengan sebutan Partai Indonesia Merdeka (PIM). Kemudian, pada 1962 Marthen bergerilya menyelamatkan anggota RPKAD yang didaratkan di Papua selama masa Tri Komando Rakyat (Trikora).

Di tahun yang sama, Marthen menyampaikan Piagam Kota Baru yang berisi mengenai keinginan kuat penduduk Papua untuk tetap setia pada wilayah kesatuan Indonesia. Akhirnya, Irian Barat resmi bergabung dengan wilayah kesatuan Indonesia dan berganti nama menjadi Irian Jaya.

Berkat jasanya, Marthen diangkat sebagai anggota MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara) sejak tahun 1963 hingga 1968. Tak hanya itu, ia juga diangkat sebagai kontrolir diperbantukan pada Residen Jayapura dan berpangkat Mayor Tituler selama dua puluh tahun.

Marthen meninggal pada usia 74 tahun, tepatnya pada 17 Juli 1986. Berkat jasanya terhadap negara, Marthen mendapatkan gelar Pahlawan Nasional pada tanggal 14 September 1993.  (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.