Kiprah Pasukan Elite Pertama di Indonesia, Legiun Mangkunegaran

BACA JUGA

ads-custom-1

Jakarta, IDM – Legiun Mangkunegaran adalah pasukan elite bymodern berasal dari Surakarta, Jawa Tengah. Pasukan ini mulai beroperasi pada 1808 di bawah instruksi Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara II, sampai satu abad lebih yakni pada 1942.

Dilansir dari laman resmi Puro Mangkunegaran, Sabtu (8/10), cikal-bakal dari Legiun Mangkunegaran menganut sistem organisasi ala militer Eropa dimulai dari aksi memberontak terhadap VOC yang saat itu dipimpin langsung oleh pangeran Sambernyowo atau Raden Mas Said.

Setelah Raden Mas Said menjadi kepala Praja Mangkunegaran pada 1757, pasukan elit tersebut resmi menjadi bagian dari Praja Mangkunegaran. Ketangguhan pasukan tempur Legiun Mangkunegaran mulai terkenal pascakepemimpinan Raden Mas Said, dengan melakukan penyerangan pada sejumlah pos militer Belanda yang berada di daerah Salatiga pada 1744.

Pasukan yang setia kepada Raden Mas Said itu kemudian dikenal sebagai satuan militer Praja Mangkunegaran dengan 12 kesatuan. Pada perkembangannya, 12 kesatuan itu berkembang dan ditambah 22 unit infanteri, kavaleri, dan artileri masing-masing berisi 44 orang. Kesatuan ini yang menjadi cikal bakal Legiun Mangkunegaran pada masa Mangkunegara II berkuasa.

Pembentukan Legiun Mangkunegaran terus berlanjut seiring kedatangan Gubernur Jenderal Belanda Herman Willem Daendels ke Batavia. Sebagian pendanaan dan pelatihan pasukan ini juga berasal dari Belanda, yang saat itu berada di bawah kekuasaan Napoleon Bonaparte dari Prancis.

Sejumlah pihak pun menyebutkan Legiun Mangkunegaran adalah pasukan elite warisan Napoleon di Tanah Jawa. Legiun Mangkunegaran juga sangat terinspirasi dari Grande Armee, pasukan darat terkuat di dunia saat itu yang dipimpin langsung Napoleon.

Markas Legiun Mangkunegaran berada di sisi timur Pura Mangkunegaran. Pelatihannya dipusatkan di Soldat Sekul, sekolah militer milik Praja Mangkunegaran. Dalam pelatihan itu, para pasukan dilatih untuk mahir menggunakan berbagai macam senjata, mulai senjata tajam, senjata api, maupun artileri atau meriam.

Pada saat itu, Legiun Mangkunrgaran memiliki 1.150 orang prajurit yang terbagi menjadi pasukan infanteri berjumlah 800 prajurit, pasukan penyerbu 100 prajurit, pasukan kavaleri 200 prajurit, dan pasukan ‘rijdende artileri’ atau meriam 50 prajurit. Persenjataan yang digunakan juga sangat lengkap, meliputi persenjataan khas Jawa seperti keris, hingga persenjataan Eropa, seperti senapan dan pistol.

Legiun Mangkunegara juga terlibat dalam sejumlah pertempuran besar, seperti perang Napoleon di Asia pada 1811, menumpas bajak laut di Bangka pada 1819-1820. Kemudian, perang Jawa 1825-1830, perang Aceh 1873-1904, hingga perang menghadapi tentara Jepang pada 1942. (at)

ads-custom-2

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

BERITA TERBARU

ads-custom-5

POPULER