Kesatuan Pancar Gas, Cikal Bakal Skadron Tempur Jet TNI AU

Jakarta, IDM – Tahukah Anda, dulu Angkatan Udara Indonesia (TNI AU) punya Kesatuan bernama Pancar Gas (KPG) yang diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Laksamana Muda Udara R. Suryadi Suryadarma pada 20 Februari 1956.
Dilansir dari keterangan Dinas Sejarah TNI AU, Sabtu (21/2), Kesatuan ini berlokasi di Lanud Husein Sastranegara, Bandung.
Baca Juga: Mengenal Rudal SAM-75, Sistem Pertahanan Udara Indonesia di Era 1960-an
"KPG ini jadi embrio skadron tempur jet TNI AU. Dari sini, sejarah kekuatan udara modern Tanah Air dimulai, yang kelak berkembang menjadi tulang punggung kekuatan udara TNI AU," tulis keterangan Dinas Sejarah TNI AU.
Lebih lanjut dijelaskan saat diresmikan KPG dilengkapi dengan delapan pesawat de Havilland DH- 115 Vampire, yang menjadi jet latih tempur pertama Indonesia. Setelah peresmian, test flight langsung dilakukan oleh Letnan Udara I Leo Wattimena bersama KSAU menggunakan pesawat J-703.
Baca Juga: Mengenang Sejarah Operasi Jembatan Udara
Pesawat J-703 tiba pertama kali di Tanjung Priok pada Desember 1955 dalam bentuk parts, kemudian dirakit di Lanud Husein Sastranegara oleh teknisi AURI dan Inggris.
"Penerbangan perdana oleh Letnan Udara | Leo Wattimena pada 21 Januari 1956 menandai awal lahirnya pilot jet tempur Indonesia," tulis keterangan Dinas Sejarah TNI AU. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.















































































