HISTORY

Jejak Letnan Sergey Khokhlov, Pelaut Rusia yang Gugur di Sabang

Ilustrasi kapal perang Poltava
Ilustrasi kapal perang Poltava, milik Kekaisaran Rusia. (Dok. Naval Encylopedia)

Jakarta, IDM – Di pemakaman tua Kerkhof Merbabu, Sabang, berdiri sebuah salib logam hitam di antara nisan-nisan berlumut. Di bawahnya terbaring Letnan Sergey Vasilyevich Khokhlov, perwira muda Angkatan Laut Kekaisaran Rusia yang gugur saat bertugas lebih dari seabad lalu.

Kisah Khokhlov bermula pada 27 Februari 1901, ketika kapal perang Poltava milik Kekaisaran Rusia berlabuh di pelabuhan Sabang, Aceh. Kapal tempur berbobot lebih dari 10.000 ton itu tengah mengisi batu bara dalam pelayaran panjang dari Kronstadt, Rusia, menuju Asia Timur.

Dalam persiapan keberangkatan, salah satu alat penahan jangkar tiba-tiba terlepas dan menghantam Khokhlov yang sedang bertugas di dek kapal. Sang letnan muda meninggal seketika. Ia kemudian dimakamkan dengan penghormatan militer, prosesi langka di Hindia Belanda kala itu.

Baca Juga: The Hostage’s Hero: Dari Selat Malaka ke Layar Lebar, Kisah Letkol ‘Gila’ Penyelamat 36 Sandera

Upacara pemakaman dilakukan di Sabang, dihadiri pelaut Rusia dan pejabat pelabuhan Belanda. Bendera Rusia dikibarkan setengah tiang, dan doa pemakaman dibacakan dalam ritus Kristen Ortodoks. Setelah itu, makam Khokhlov berdiri tenang di tanah tropis ujung barat Nusantara.

Namun waktu nyaris menghapus ingatan tentangnya. Nisan kayu rusak dimakan usia, dan rumput liar menutupi makamnya. Baru pada 2019, Kedutaan Besar Federasi Rusia di Indonesia menemukan kembali catatan sejarah Khokhlov dan memasang penanda baru berupa salib logam dari St. Petersburg yang kini berdiri di atas pusaranya.

Makam Het Kherkhov Merbabu
Upacara penghormatan di Makam Het Kherkhov Merbabu, Gampong Kota Ateuh, Kecamatan Sukakarya, Sabang, Aceh, Jumat (31/10). (Dok. Kedutaan Besar Federasi Rusia)

“Pemeliharaan makam ini menjadi bagian dari kerja memorial kami, untuk menghormati pelaut Rusia yang gugur dalam tugas di luar negeri,” tulis Kedutaan Rusia dalam pernyataannya kala itu.

Baca Juga: Tanggal 30 Juni Sat 81/Gultor Dibentuk, Ini Kisahnya

Poltava sendiri merupakan kapal perang kelas Petropavlovsk, kebanggaan Armada Pasifik Rusia di akhir abad ke-19. Kapal sepanjang 114 meter itu diluncurkan di Kronstadt pada 1894 dan menempuh pelayaran ribuan mil melewati Laut Baltik, Terusan Suez, hingga Sabang yang saat itu menjadi pelabuhan batu bara strategis Hindia Belanda.

Kolonel Maxim Lukyanov
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov, Atase Pertahanan Kolonel Maxim Lukyanov, pelaut Marshal Shaposhnikov, hingga Danlanal Sabang Kolonel Laut (P) Sadimin. (Dok. Kedutaan Besar Federasi Rusia)

Lebih dari seabad setelah tragedi itu, nama Khokhlov kembali disebut. Pada 31 Oktober 2025, kapal perang perusak (destroyer) RFS Marshal Shaposhnikov dari Armada Pasifik Rusia berlabuh di Sabang. Kunjungan kehormatan itu diisi dengan upacara militer di makam Letnan Khokhlov.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov, Atase Pertahanan Kolonel Maxim Lukyanov, serta pelaut Marshal Shaposhnikov hadir bersama Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Sabang Kolonel Laut (P) Sadimin. Mereka meletakkan karangan bunga dan memberi penghormatan kepada sang letnan muda yang gugur 124 tahun lalu.

Baca Juga: TNI AU Ditarget Punya 33 Satrad hingga 2029, Kapuspen: Pembangunan Bertahap dengan Pertimbangan Lingstra dan Anggaran

“Kunjungan ini menunjukkan hubungan baik dan penghormatan terhadap jasa para pelaut yang telah berkorban,” ujar Sadimin dalam keterangannya, dikutip Senin (3/11).

Bagi Rusia, prosesi ini bukan sekadar ziarah militer. Dalam rilis resminya, Kedutaan Rusia menyebut upacara di Sabang sebagai bagian dari memorial work upaya menjaga kenangan tentang para pelaut yang “telah memberikan pengabdian mereka bagi persahabatan panjang antara rakyat Rusia dan Indonesia.”

Kini, di tengah sunyi Kerkhof Merbabu, nisan Sergey Khokhlov kembali bersih dan terawat. Kisahnya menjadi pengingat bahwa sejarah persahabatan maritim Indonesia–Rusia dimulai bukan dari perjanjian diplomatik, melainkan dari kisah seorang pelaut muda yang tak pernah pulang dari Sabang. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.