JA Dimara, Mutiara Hitam dari Papua

Jakarta, IDM – Johannes Abraham (JA) Dimara ialah salah satu pahlawan nasional Indonesia yang berasal dari Papua.
Dimara lahir pada 16 April 1916 di Biak Utara, Papua. Walaupun dilahirkan di Papua, ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di Ambon dan lulus dari Sekolah Pertanian Laha pada 1940. Ia lalu memutuskan masuk Sekolah Pendidikan Injil dan lulus untuk menjadi guru Injil di Pulau Buru.
Baca Juga: Benteng Bukit Kursi, Bangunan Pertahanan Utama di Pulau Penyengat
Meskipun seorang guru, Dimara turut serta dalam pengibaran Bendera Merah Putih yang dilakukan di Pulau Buruz pada 1946. Ia juga bergabung dengan gerakan yang memperjuangkan pengembalian wilayah Irian Barat kepada Republik Indonesia.
Pada 1950, Dimara banting stir menjadi prajurit TNI dan diangkat menjadi ketua Organisasi Pembebasan Irian Barat (OPI). Ia juga terlibat dalam infiltrasi pada 1954 yang menyebabkan tertangkap oleh Belanda dan dibuang ke Digul sampai 1960.
Bersama Soekarno, Dimara ikut mengumumkan Trikora. Selain itu, ia juga menyerukan supaya seluruh masyarakat Irian Barat mendukung integrasi Irian Barat ke Indonesia. Pada 1962, Dimara menjadi salah satu delegeasi yang mewakili Indonesia dalam Perjanjian New York.
Baca Juga: Pertempuran Teluk Sibolga, Adu Tembak Pertahanan Pantai ALRI dengan Kapal Perang Belanda
Ada kisah menarik tentang Dimara. Saat itu, sedang ada pawai 17 Agustus di depan istana. Dimara ikut serta dengan mengenakan rantai yang terputus. Melihat hal itu, Soekarno pun terinspirasi membuat patung pembebasan Irian Barat. Patung tersebut lalu dibuat, dan diletakkan di Lapangan Banteng, Jakarta, seperti diceritakan JA Dimara dalam otobiografinya yang berjudul Fai Do Ma, Mai Do Fa Lintas Perjuangan Putra Papua.
Dimara meninggal pada 20 Oktober 2000. Pada 11 November 2010 ia ditetapkan menjadi pahlawan nasional dan namanya diabadikan menjadi Pangkalan TNI AU di Merauke. (Sumber: inews.id, kompas.com) (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.















































































