Hari Bhakti Paspampres, Kisah Penyelamatan Sukarno dan Hatta saat Hijrah ke Yogyakarta

Jakarta, IDM – Hari ini 3 Januari 2026, Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) memperingati 80 Tahun Hari Bhakti Paspampres.
Dilansir dari keterangan PPID Paspampres, peringatan ini tak terlepas dari sebuah peristiwa penting yaitu operasi penyelamatan Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta beserta para tokoh bangsa dari ancaman serius ketika Jakarta diduduki Belanda pada 3 Januari 1946.
Baca Juga: T.D. Kundan, Pedagang India yang jadi Penengah di Revolusi Surabaya 1945
"Hari ini delapan puluh tahun yang lalu pada masa awal kemerdekaan, keselamatan Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta beserta para tokoh bangsa berada dalam ancaman serius ketika Jakarta diduduki Belanda pada 3 Januari 1946," tulis keterangan PPID Paspampres.
Dijelaskan saat itu, Tuan Pringgodigdo selaku Sekretaris Negara mengeluarkan perintah untuk melaksanakan Operasi Penyelamatan Komando Nasional yang kemudian dikenal sebagai “Hijrah ke Yogyakarta.”
"Para pejuang membentuk pengamanan Kereta Api Luar Biasa demi menjaga harapan sebuah bangsa yang baru saja lahir," jelas PPID Paspampres.
Baca Juga: Jejak Letnan Sergey Khokhlov, Pelaut Rusia yang Gugur di Sabang
Para pejuang dari kesatuan Tokomu Kosaku Tai, cikal bakal Detasemen Kawal Pribadi (DKP), melekat sebagai pengawal pribadi, para pemuda mantan anggota PETA (Pembela Tanah Air) bertugas sebagai penjaga Istana, dan para pejuang lain turut bahu membahu mengamankan sepanjang rute dari Jakarta menuju Yogyakarta. Untuk mengenang keberhasilan operasi penyelamatan pertama Presiden Republik Indonesia, maka 3 Januari dipilih sebagai Hari Bhakti Paspampres.
"Komandan Paspampres beserta keluarga besar Paspampres mengucapkan selamat memperingati 80 tahun Hari Bhakti Paspampres, semoga nilai luhur, kesetiaan, dan sejarah panjang perjuangan bangsa terus meneguhkan Paspampres sebagai Perisai Hidup Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Tamu Negara serta Mantan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia," tutup keterangan PPID Paspampres. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.















































































