TNI AD Kerahkan Kapal ADRI untuk Bawa Ribuan Paket Bagi Korban Banjir Sumatra
Jakarta, IDM - Personel TNI Angkatan Darat membawa paket barang bantuan bagi korban bencana alam banjir bandang Sumatra ke dalam Kapal ADRI XVII BM di Dermaga Satangair Pusbekangad, Jakarta, Senin (1/12).
Kapal ADRI mengangkut ribuan paket logistik yang akan dikirim ke tiga wilayah yang terdampak bencana seperti Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Ragam bantuan tersebut di antaranya merupakan paket sembako, air bersih, obat-obatan, perlengkapan balita dan ibu hamil, tenda, selimut, alas tidur, hingga perlengkapan sanitasi.
Selain paket kebutuhan dasar, TNI AD juga mengirim peralatan evakuasi dan pemulihan seperti excavator, buldozer, serta berbagai perlengkapan operasional yang diperlukan di lapangan. Bantuan kemanusiaan ini rencananya akan didistribusikan ke posko gabungan di tiga wilayah terdampak sesuai prioritas kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: TNI AL Kerahkan KRI Radjiman (992) untuk Kirim Bantuan Korban Banjir Sumatra
Pemberangkatan kapal ADRI yang membawa barang bantuan dengan jumlah banyak tersebut ditinjau dan dilepas langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Dermaga Satangair Pusbekangad. (IDM/Septo Kun Wijaya)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































