IN FRAME

Dari Hutan Martapura, Pasukan Gabungan Bergerak Merebut Sasaran

Puslatpur Kodiklat TNI AD01 / 10
(IDM/Muhammad Hidayat)
GALERI · FOTO 01 / 10
Puslatpur Kodiklat TNI AD

Dari Hutan Martapura, Pasukan Gabungan Bergerak Merebut Sasaran

(IDM/Muhammad Hidayat)

Sumsel, IDM – Operasi belum berakhir setelah pasukan lintas udara mendarat dan melakukan infiltrasi ke daerah operasi. Di tengah rapatnya vegetasi dan medan latihan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklat TNI Angkatan Darat, Martapura, Sumatra Selatan, pasukan gabungan TNI dan militer dari sejumlah negara melanjutkan gerak tempur untuk merebut sasaran dalam materi Jungle Field Training Exercise (FTX) Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026, Sabtu (5/9).

Satuan Tugas Lintas Udara (Satgas Linud) gabungan bergerak menembus medan operasi dengan dukungan tembakan artileri dan bantuan udara dari Penerbad. Perlindungan tembakan tersebut membuka ruang gerak bagi pasukan untuk melanjutkan manuver menuju sasaran. Dalam operasi ini, prajurit TNI bergerak bersama personel US Army, Japan Self-Defense Forces (JSDF), Indian Para, dan France Para, memadukan kemampuan serta prosedur operasi dalam satu skenario pertempuran gabungan.

Memasuki tahap penyerbuan, Satgas Linud Gabungan melaksanakan penghancuran sekaligus perebutan sasaran inti. Kekuatan pasukan diperkuat unsur lapis baja Stryker milik Amerika Serikat yang memberikan daya kejut dan daya gempur dalam serangan terhadap markas musuh. Kolaborasi pasukan lintas udara, dukungan artileri, penerbangan TNI AD, hingga kendaraan tempur lapis baja menjadi bagian dari latihan operasi terintegrasi yang menguji kemampuan pasukan dalam menghadapi dinamika pertempuran di medan hutan.

Baca Juga: Dentuman Tiga Sistem Peluncur Roket Warnai Super Garuda Shield 2026

Materi Jungle FTX menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme prajurit, khususnya dalam pertempuran hutan serta manuver di medan pegunungan dan kawasan berhutan. Latihan ini juga membuka ruang pertukaran pengalaman, pengetahuan, dan prosedur antarnegara sehingga setiap personel dapat mengembangkan kemampuan sekaligus mengevaluasi kesiapan operasi dalam lingkungan multinasional.

Rangkaian Super Garuda Shield 2026 yang melibatkan 21 negara mitra tersebut diharapkan semakin memperkuat interoperabilitas, kesiapsiagaan, dan kemampuan operasi gabungan TNI bersama USINDOPACOM serta negara-negara sahabat. Lebih dari sekadar latihan tempur, manuver yang berlangsung di hutan Baturaja itu menjadi bagian dari upaya membangun kesamaan langkah antarpasukan, memperkuat kemitraan strategis dan diplomasi pertahanan, serta mendukung stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.