Penyerahan Alpalhankam dan Peresmian Batalyon Penyangga Daerah Rawan
Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara peresmian Batalyon Penyangga Daerah Rawan (PDR) dan penyerahan alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) di lapangan silang Monumen Nasional (Monas) Jakarta, (2/10).
Lima batalyon yang diresmikan tersebut akan ditempatkan di Papua, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya, sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan pembangunan di wilayah-wilayah tersebut, sesuai program pemerintah.
Dalam kesempatan itu TNI juga menerima lebih dari 700 unit alpalhankam baru buatan dalam negeri, yang diserahkan Kementerian Pertahanan melalui Wakil Menteri Pertahanan M Herindra.
Baca Juga: Mengenal Batalyon Penyangga Daerah Rawan yang Baru Diresmikan Panglima TNI
Alpalhankam tersebut mencakup 23 unit panser Pandur produksi PT Pindad; 8 unit medium tank Harimau hasil kerja sama PT Pindad dengan FNSS dari Turki; 9 unit Anoa (basic) buatan Pindad; dan empat panser Komodo APC (basic) juga buatan Pindad.
Selain itu TNI juga menerima kendaraan taktis 4x4 APC; kendaraan taktis 4x4 V3; dan kendaraan khusus 4x4 peluncur rudal, dengan total 12 unit. Kendaraan-kendaraan tersebut rencananya akan dipamerkan dalam parade alutsista pada puncak peringatan HUT Ke-79 TNI di Monas, 5 Oktober 2024. (IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































