Divisi Infanteri 2/Kostrad Gerak Cepat Bantu Warga di Zona Merah Erupsi Semeru
Lumajang, IDM – Personel Divisi Infanteri 2/Kostrad dikerahkan untuk membantu warga yang menjadi korban erupsi Gunung Semeru dalam mengevakuasi aset serta barang-barang yang masih dapat diselamatkan di Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (27/11). Sejak pagi, para prajurit diterjunkan ke sejumlah titik terdampak untuk membantu warga memindahkan barang rumah tangga dan dokumen penting yang terjebak di area berisiko. Kehadiran mereka disambut hangat oleh masyarakat yang masih berada dalam kondisi cemas akibat peningkatan aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Sebanyak 651 personel dikerahkan oleh Divisi Infanteri 2/Kostrad sebagai bagian dari dukungan penuh terhadap penanganan bencana erupsi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Pasukan tersebut dibagi ke dalam beberapa tim yang difokuskan pada evakuasi, pendirian fasilitas darurat, serta pengamanan jalur logistik menuju lokasi terdampak. Komandan Divisi Infanteri 2/Kostrad, Mayor Jenderal TNI Susilo menyatakan bahwa pengerahan personel ini merupakan langkah cepat untuk memastikan keselamatan warga serta mempercepat proses penanganan bencana di lapangan.
Selain membantu evakuasi barang milik warga, personel Divisi Infanteri 2/Kostrad juga memberikan pendampingan kepada kelompok rentan yang memerlukan pertolongan lebih lanjut, seperti lansia dan anak-anak. Mereka turut mendukung distribusi bantuan logistik, membersihkan puing material vulkanik, serta membantu aparat lainnya dalam memetakan wilayah yang berpotensi berbahaya. Upaya terpadu ini diharapkan mampu meringankan beban warga sekaligus mempercepat proses pemulihan awal pascaerupsi.
Baca Juga: Menempa Strategi Perang Kota di Latma Safkar Indopura 2025
Erupsi Gunung Semeru pada akhir November 2025 ini dipicu oleh peningkatan aktivitas magmatik yang menyebabkan guguran awan panas dan lontaran material vulkanik ke sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat adanya kenaikan intensitas tremor serta munculnya kubah lava baru yang memperbesar potensi luncuran awan panas. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah menetapkan status siaga dan mengimbau warga di zona merah untuk segera meninggalkan area berbahaya, sehingga keterlibatan satuan-satuan seperti Divisi Infanteri 2/Kostrad menjadi sangat vital dalam proses evakuasi dan mitigasi. (IDM/Muhammad Hidayat)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































