
Menerjunkan Tim Kesehatan dan Dapur Lapangan
Tidak hanya prajurit yang focus evakuasi rumah warga, Divif 2 Kostrad juga menerjunkan tim kesehatan dan dapur lapangan untuk penanganan pertama korban erupsi Gunung Semeru.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Tidak hanya prajurit yang focus evakuasi rumah warga, Divif 2 Kostrad juga menerjunkan tim kesehatan dan dapur lapangan untuk penanganan pertama korban erupsi Gunung Semeru.

Ditugaskan sebagai Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC), para prajurit Divif 2 Kostrad tampil disiplin dan terstruktur saat mengevakuasi warga dan barang-barang dari bencana erupsi Gunung Semeru.

Cuaca di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur tidak selalu cerah. Seperti pagi itu, cuaca mendung diselimuti dingin membuat orang enggan beraktivitas. Namun, tidak dengan para prajurit Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad, mereka sudah berjejer rapi, membentuk barisan siap menerima perintah.

Kisah mempertahankan wilayah Timor Timur dalam Operasi Seroja terus terpatri di benak para prajurit Divif 2 Kostrad, termasuk gugurnya para prajurit dalam operasi tersebut. Menurut Serma Rio Handoko, ada tiga nama yang punya kisah heroik dalam Operasi Seroja di Timor Timur. Mereka gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa.

Slogan “Vira Cakti Yudha” (Ksatria yang Tangguh di Medan Laga) terpampang di pintu masuk Museum Divisi Infanteri 2 Kostrad. Menurut pengurus museum, Sersan Mayor (Serma) Rio Handoko, slogan ini bukan hanya tulisan belaka namun sudah dibuktikan para prajurit. “Keberhasilan operasi Trisula hingga Timor-Timur menjadi bukti slogan itu melekat di dada para prajurit Divif 2 Kostrad,” kata Rio saat ditemui di Museum Divisi Infanteri 2 Kostrad. Di dalam museum, Rio mengisahkan salah satu keberhasilan operasi yang terus melekat dan menjadi pemantik nasionalisme para prajurit adalah Operasi Trisula. Operasi ini digelar di periode tahun 1968 untuk menumpas sisa-sisa gerilyawan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang disinyalir ingin menghancurkan kedaulatan NKRI. “Operasi Trisula digelar pada tahun 1968, di Blitar, Jawa Timur untuk menumpas PKI. Operasi ini dijalankan oleh Brigif 18 Trisula dan dipimpin oleh Komandan Satuan Penugasan, Kolonel Infanteri Witarmin,” kata Rio sambil menunjuk diaroma operasi Trisula yang terpampang di museum.

Langit Grati, sebuah Kecamatan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur pagi itu tak lagi sunyi. Gemuruh mesin C-130 Hercules menggema membelah awan membawa ratusan prajurit Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad. Mereka siap mengadu nyali demi sebuah lambang kehormatan di dada yaitu Wing Para.

TNI Angkatan Darat dari Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad mengoperasikan Meriam Gunung 76mm dan Roket ASTROS saat Latihan Terintegrasi TNI di Daerah Latihan Ambal, Kebumen, Jawa Tengah.

Sejumlah posisi strategis Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad resmi diserahterimakan. Jabatan tersebut di antaranya Asisten Perencanaan (Asren) Divif 2, Komandan Brigade Infanteri 9/Dharaka Yudha, hingga Kepala Seksi Pembinaan Karier (Kasibinkar).

Di tengah kawasan militer Divisi Infanteri 2 Kostrad di Singosari, Kabupaten Malang, berdiri Museum Vira Cakti Yudha yang menjadi ruang penyimpan jejak sejarah perjuangan prajurit Kostrad. Museum ini tidak hanya menghadirkan koleksi perlengkapan militer dan dokumentasi operasi TNI Angkatan Darat, tetapi juga menjadi simbol perjalanan panjang Divif 2 Kostrad sejak dibentuk pada 27 April 1961. Nama “Vira Cakti Yudha” sendiri memiliki makna kesatria tangguh di medan laga, yang menjadi semboyan kebanggaan satuan tersebut.

Gubernur Akademi Militer, Mayjen TNI Rano Tilaar memimpin laporan kesiapan on the job training (OJT) taruna dan taruni Akmil tingkat II di Lapangan Mako Mentar Akmil, Sabtu (11/4).
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Tidak hanya prajurit yang focus evakuasi rumah warga, Divif 2 Kostrad juga menerjunkan tim kesehatan dan dapur lapangan untuk penanganan pertama korban erupsi Gunung Semeru.

Ditugaskan sebagai Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC), para prajurit Divif 2 Kostrad tampil disiplin dan terstruktur saat mengevakuasi warga dan barang-barang dari bencana erupsi Gunung Semeru.

Cuaca di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur tidak selalu cerah. Seperti pagi itu, cuaca mendung diselimuti dingin membuat orang enggan beraktivitas. Namun, tidak dengan para prajurit Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad, mereka sudah berjejer rapi, membentuk barisan siap menerima perintah.

Kisah mempertahankan wilayah Timor Timur dalam Operasi Seroja terus terpatri di benak para prajurit Divif 2 Kostrad, termasuk gugurnya para prajurit dalam operasi tersebut. Menurut Serma Rio Handoko, ada tiga nama yang punya kisah heroik dalam Operasi Seroja di Timor Timur. Mereka gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa.

Slogan “Vira Cakti Yudha” (Ksatria yang Tangguh di Medan Laga) terpampang di pintu masuk Museum Divisi Infanteri 2 Kostrad. Menurut pengurus museum, Sersan Mayor (Serma) Rio Handoko, slogan ini bukan hanya tulisan belaka namun sudah dibuktikan para prajurit. “Keberhasilan operasi Trisula hingga Timor-Timur menjadi bukti slogan itu melekat di dada para prajurit Divif 2 Kostrad,” kata Rio saat ditemui di Museum Divisi Infanteri 2 Kostrad. Di dalam museum, Rio mengisahkan salah satu keberhasilan operasi yang terus melekat dan menjadi pemantik nasionalisme para prajurit adalah Operasi Trisula. Operasi ini digelar di periode tahun 1968 untuk menumpas sisa-sisa gerilyawan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang disinyalir ingin menghancurkan kedaulatan NKRI. “Operasi Trisula digelar pada tahun 1968, di Blitar, Jawa Timur untuk menumpas PKI. Operasi ini dijalankan oleh Brigif 18 Trisula dan dipimpin oleh Komandan Satuan Penugasan, Kolonel Infanteri Witarmin,” kata Rio sambil menunjuk diaroma operasi Trisula yang terpampang di museum.

Langit Grati, sebuah Kecamatan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur pagi itu tak lagi sunyi. Gemuruh mesin C-130 Hercules menggema membelah awan membawa ratusan prajurit Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad. Mereka siap mengadu nyali demi sebuah lambang kehormatan di dada yaitu Wing Para.

TNI Angkatan Darat dari Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad mengoperasikan Meriam Gunung 76mm dan Roket ASTROS saat Latihan Terintegrasi TNI di Daerah Latihan Ambal, Kebumen, Jawa Tengah.

Sejumlah posisi strategis Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad resmi diserahterimakan. Jabatan tersebut di antaranya Asisten Perencanaan (Asren) Divif 2, Komandan Brigade Infanteri 9/Dharaka Yudha, hingga Kepala Seksi Pembinaan Karier (Kasibinkar).

Di tengah kawasan militer Divisi Infanteri 2 Kostrad di Singosari, Kabupaten Malang, berdiri Museum Vira Cakti Yudha yang menjadi ruang penyimpan jejak sejarah perjuangan prajurit Kostrad. Museum ini tidak hanya menghadirkan koleksi perlengkapan militer dan dokumentasi operasi TNI Angkatan Darat, tetapi juga menjadi simbol perjalanan panjang Divif 2 Kostrad sejak dibentuk pada 27 April 1961. Nama “Vira Cakti Yudha” sendiri memiliki makna kesatria tangguh di medan laga, yang menjadi semboyan kebanggaan satuan tersebut.

Gubernur Akademi Militer, Mayjen TNI Rano Tilaar memimpin laporan kesiapan on the job training (OJT) taruna dan taruni Akmil tingkat II di Lapangan Mako Mentar Akmil, Sabtu (11/4).
Tersedia di seluruh
Gramedia, Periplus dan Tokopedia
Subscribe hubungi bagian Sirkulasi
WhatsApp 0811 8868 831