Evakuasi Terstruktur: Selamatkan Dokumen Berharga hingga Barang Pecah Belah

Jakarta, IDM – Ditugaskan sebagai Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC), para prajurit Divif 2 Kostrad tampil disiplin dan terstruktur saat mengevakuasi warga dan barang-barang dari bencana erupsi Gunung Semeru.
Tim redaksi Indonesia Defense Magazine, berkesempatan mengikuti alur evakuasi. Pagi-pagi sekali para prajurit ini sudah berkumpul, mereka menggelar apel evakuasi. Menurut Letkol Inf Rizky Aditya, kegiatan apel ini rutin dilakukan demi mengkonsepkan sistem evakuasi agar berjalan sesuai rencana.
Seperti pagi itu, rencana evakuasinya adalah fokus mencari dokumen berharga milik warga dan menyelamatkan barang-barang. Tim Divif 2 Kostrad dikelompokkan menjadi reguregu yang dipimpin satu komandan.
Baca Juga: Aksi Divisi Infanteri 2 Kostrad: Langkah Berani Prajurit Membangun Asa di Tengah Erupsi Semeru
“Nantinya regu-regu ini disebar di rumah-rumah yang terdampak, mereka akan fokus mengevakuasi dokumen maupun barang-barang yang masih bisa diselamatkan,” kata Rizky.
Tim pun bergerak, bersenjatakan cangkul mereka mulai menggali lumpur yang mengendap dan abu yang menutupi rumah-rumah terdampak. Seperti pengamatan Indonesia Defense Magazine, barang-barang yang ditemukan, mulai dari peralatan makan, perabotan rumah hingga barang-barang elektronik. Semuanya dikumpulkan dan nantinya barang-barang ini akan diambil oleh pemiliknya.
Mengevakuasi Kendaraan
Berada di zona merah bencana, prajurit Divif 2 Kostrad harus siap siaga jika sewaktu-waktu bencana susulan akan terjadi. Rizky mengatakan para prajurit ini tahu resikonya, tapi sebagai “penjaga rakyat” mereka harus siap sedia.
Ia menceritakan saat evakuasi kendaraan roda dua milik warga dari salah satu rumah, debu vulkanik yang menempel di kendaraan tersebut masih terasa panas. Bahkan di lokasi terdampak paling parah, tempat berpijak pun masih terasa panas.

“Mengantisipasi hal ini safety selalu diterapkan. Prajurit mengenakan perlengkapan atribut evakuasi dari sepatu hingga masker. Bahkan mengantisipasi keadaan, misalnya jika hujan semua lokasi juga cepat disterilkan,” jelas Rizky.
Lebih lanjut, kata Rizky di lokasi aliran lahar dingin, tim Divif 2 Kostrad disiagakan. Hal ini lantaran beberapa alat berat sedang dikerahkan membuat tanggul baru untuk aliran lahar agar tidak merembet kembali ke rumah-rumah warga.
Abah, tokoh masyarakat yang ditemui di lokasi terdampak mengungkapkan sangat terbantu dengan kehadiran Divif 2 Kostrad. Menurutnya gerak cepat para prajurit muda ini sangat berimbas positif. “Jalur jalan penghubung yang sempat tertutup lahar dingin, kini sudah bisa dilalui, rumah-rumah warga, harta benda mereka pun cepat terselamatkan berkat Divif 2 Kostrad,” kata Abah.
Ia menceritakan erupsi Gunung Semeru bukanlah pertama kali, tercatat sejak tahun 2002 hingga 2025 rentetan letusan Gunung Semeru terus berkelanjutan, siklus aktivitasnya panjang dan berulang.
Baca Juga: Penerbang Andal dan Profesional, Pilar Postur Pertahanan Udara yang Kuat
“Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) saat ini menetapkan status level awas. Kami bersama-sama Divif 2 Kostrad dan instansi terkait juga fokus membuat sudetan di tiga aliran utama lahar Semeru. Sodetan sepanjang 300 meter dan berkedalaman sekitar 10 meter tersebut ditujukan agar aliran lahar tidak kembali meluap ke permukiman warga saat hujan deras mengguyur kawasan puncak,” kata Abah.
Hal yang sama diungkapkan Rizky, menurutnya upaya ini menjadi bagian dari strategi mitigasi terpadu agar permukiman warga di lereng Semeru lebih terlindungi dari ancaman banjir lahar, terutama selama musim hujan.
“Ini lokasi paling berbahaya karena dampaknya bisa langsung menuju pemukiman. Target semua rampung sebelum masa tanggap darurat selesai,” pungkas Rizky.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































