HANKAM

Menerjunkan Tim Kesehatan dan Dapur Lapangan

dr. Ucok
Komandan Batalyon Kesehatan 2 Divisi Infanteri 2/Kostrad Letnan Kolonel Ckm dr. Ucok melakukan pemeriksaan Kesehatan bagi warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. (IDM/Muhammad Hidayat)

Jakarta, IDM – Tidak hanya prajurit yang focus evakuasi rumah warga, Divif 2 Kostrad juga menerjunkan tim kesehatan dan dapur lapangan untuk penanganan pertama korban erupsi Gunung Semeru.

Redaksi Indonesia Defense Magazine pun bertemu Komandan Batalion Kesehatan (Yonkes) 2 Kostrad, Letkol Ckm dr. Ucok Haryanto. Ucok pun mengajak melihat proses pemeriksaan kesehatan. Berbeda dengan bencana pada umumnya, tim Yonkes harus bergerak mobile dari tenda pengungsian hingga rumah-rumah warga.

“Kami menjemput bola, tidak hanya bergerak dari tenda pengungsian, karena kondisi warga yang terdampak tidak hanya berada di lokasi pengungsian tapi ada yang ke rumah sanak keluarga mereka,” kata Ucok.

Baca Juga: Evakuasi Terstruktur: Selamatkan Dokumen Berharga hingga Barang Pecah Belah

Ia menceritakan bahkan beberapa pasien harus dilakukan pemeriksaan intens misalnya mengalami pembengkakan pada kaki, gatal-gatal, juga infeksi saluran pernafasan.

Untuk mendukung pelaksanaan pelayanan kesehatan ini, Ucok mengatakan pihaknya mengerahkan 30 personel, semuanya dari Yonkes 2 Kostrad.

“Fokus paling utama kita lakukan adalah pemeriksaan kepada para pengungsi. Kemudian kita lanjutkan lagi dengan trauma healing kepada kelompok-kelompok rentan, terutama lanjut usia, ibu hamil, anak-anak,” kata dokter spesialis radiologi ini.

Menyiapkan Makanan untuk Ratusan Pengungsi

Selain tim kesehatan, Divif 2 Kostrad juga menyiapkan tim dapur lapangan untuk ratusan pengungsi erupsi Gunung Semeru termasuk para prajurit dan relawan.

Personel Divisi Infanteri 2:Kostrad
Personel Divisi Infanteri 2/Kostrad menyiapkan makanan di dapur umum bagi para pengungsi erupsi Gunung Semeru, di Lumajang, Jawa Timur. (IDM/Muhammad Hidayat)

Menurut Komandan Peleton Dapur Lapangan (Durlap), Letnan Dua (Letda) Cba Muhammad Rizky Hidayatullah hadirnya dapur lapangan ini merupakan perintah langsung dari Pangdivif 2 Kostrad, Mayjen TNI Susilo. Total ada 37 prajurit yang diterjunkan langsung dari Malang.

“Para prajurit ini berasal dari Batalion Bekang (Pembekalan Angkutan) Divif 2 Kostrad, mereka memang sudah dipersiapkan dan terlatih untuk menyiapkan logistik,” kata Rizky.

Baca Juga: Aksi Divisi Infanteri 2 Kostrad: Langkah Berani Prajurit Membangun Asa di Tengah Erupsi Semeru

Nantinya, lanjut Rizky para prajurit ini berbaur bersama relawan dan Pemerintah Daerah (Pemda) Lumajang bergotong royong menyiapkan logistik makanan. Setiap kali memasak, sebanyak 237 paket makanan disiapkan dan didistribusikan kepada warga terdampak.

Rizky memastikan para prajurit ini membantu mulai dari menyiapkan bahan, mengiris sayuran, memasak, hingga mendistribusikan makanan ke lokasi pengungsian.

“Suasana dapur lapangan umum terasa hangat, sesekali riuh tawa prajurit dan relawan terdengar, mencairkan suasana di tengah kepadatan tugas dan tanggung jawab,” kata Rizky.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.