Aksi Divisi Infanteri 2 Kostrad: Langkah Berani Prajurit Membangun Asa di Tengah Erupsi Semeru

Sebanyak 651 prajurit Divisi Infanteri 2 Kostrad diterjunkan untuk mempercepat proses pemulihan pascaerupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Ratusan prajurit ini disebar ke sejumlah titik terdampak di Desa Supiturang untuk membantu pembersihan material vulkanik, menyiapkan dapur umum, hingga mengevakuasi barang-barang warga yang masih bisa diselamatkan. Pengerahan kekuatan besar ini dilakukan untuk menanggapi kerusakan luas yang ditimbulkan erupsi, termasuk perkampungan yang tertimbun abu dan lahar serta akses jalan yang sempat terputus. Dengan pengerahan personel besar ini, pemerintah berharap pemulihan pascaerupsi Semeru berjalan lebih efektif, terutama bagi warga yang kehilangan tempat tinggal atau pun masih berupaya menyelamatkan harta benda mereka.
Jakarta, IDM – Cuaca di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur tidak selalu cerah. Seperti pagi itu, cuaca mendung diselimuti dingin membuat orang enggan beraktivitas. Namun, tidak dengan para prajurit Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad, mereka sudah berjejer rapi, membentuk barisan siap menerima perintah.
“Mereka hadir di Lumajang akibat aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang meningkat, ditambah lagi curah hujan tinggi yang memicu bencana banjir lahar dingin yang telah melanda Kecamatan Pronojiwo khususnya Desa Supiturang, Dusun Sumber Sari dan Dusun Gumuk Mas,” kata Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Divif 2 Kostrad, Letkol Inf Rizky Aditya, yang ditemui redaksi Indonesia Defense Magazine di Lumajang, Jawa Timur, akhir November 2025 lalu.
Rizky mengatakan total ada 651 prajurit Divif 2 Kostrad yang diturunkan di Lumajang. Mereka berasal dari delapan satuan yang diutus langsung Panglima Divif 2 Kostrad, Mayjen TNI Susilo.
Baca Juga: Wingdik 100/Terbang: Titik Awal Perjalanan dan Pengabdian Elang Muda TNI Angkatan Udara
Selain kehadiran para prajurit, aneka perlengkapan seperti alat berat empat eskavator dari Yonzipur 10 Pasuruan, alat pertukangan dan peralatan pendukung lainnya pun diturunkan.
“Divif 2 Kostrad ditunjuk juga sebagai Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC), mereka bertugas membantu evakuasi personel dan materiel di wilayah terdampak, pembersihan dan perbaikan fasilitas umum, membantu penyaluran logistik ke pengungsi serta membantu pelayanan kesehatan kepada pengungsi dan warga sekitar yang terdampak bencana,” jelas Rizky yang pernah menjabat Komandan Kodim (Dandim) 0710/Pekalongan ini.
Lebih lanjut, ia menjelaskan sejak turun ke lokasi bencana, mereka berhasil mengumpulkan data, yakni korban luka empat orang yang terkena awan panas, total pengungsi 560 orang yang terbagi di dua tempat yaitu di SD 04 Supiturang dan SD 02 Pronojiwo dan meningkatnya warga yang terdampak ISPA diakibatkan debu vulkanik.

Selain itu, ada korban material yaitu 21 unit rumah rusak berat dan terdapat puluhan rumah terkena dampak aliran lahar dingin. Kemudian ada 4 ekor sapi dan 139 ekor kambing mati serta 28 hektare lahan pertanian rusak.
Rizky mengatakan berdasarkan arahan Pangdivif 2 Kostrad, prajurit Divif 2 Kostrad harus selalu sigap dan tanggap untuk merespon segala bentuk ancaman yang ada, termasuk kegiatan penanggulangan bencana.
Baca Juga: Penerbang Andal dan Profesional, Pilar Postur Pertahanan Udara yang Kuat
Saat ini, Divif 2 Kostrad memiliki ribuan personel dan berlokasi di Singosari Malang, Jawa Timur dan membawahi satuan-satuan mulai dari ujung barat di Salatiga sampai ke ujung timur Banyuwangi.
“Divif 2 Kostrad saat ini mendapat perintah untuk siaga bencana dan mengawasi gunung-gunung berapi. Mulai dari Gunung Merapi menyiapkan Brigif 6 Trisakti Balajaya, Gunung Ijen menyiapkan Brigif 9 Dharaka Yudha, termasuk Gunung Semeru yang saat ini dalam status awas,” kata Rizky.
Untuk Kabupaten Lumajang ini, kata Rizky memiliki potensi bencana alam yang beragam, mulai dari erupsi gunung berapi (terutama Gunung Semeru), banjir, tanah longsor, dan gempa bumi, serta ancaman lain seperti tsunami dan kekeringan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































