HANKAM

Terjun Perdana Divisi Infanteri 2 Kostrad: Jejak Keberanian Para Prajurit

Kostrad
Personel Divisi Infanteri 2/ Kostrad berjalan menuju pesawat C-130 Hercules untuk melakukan Latihan Terjun Para Dasar Mandiri di Bandara Abdulrachman Saleh, Malang. (IDM/Septo Kun Wijaya)
Sebanyak 320 prajurit Divisi Infanteri 2 Kostrad melaksanakan terjun perdana dalam Latihan Para Dasar Mandiri dengan penerjunan dari pesawat Hercules C-130 di Drop Zone Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sebelum penerjunan, para prajurit menjalani persiapan dan pengecekan ketat di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur. Latihan dilaksanakan dalam enam sortie dan dipimpin oleh Jumpmaster berpengalaman guna memastikan faktor keamanan dan keselamatan.

Jakarta, IDM – Langit Grati, sebuah Kecamatan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur pagi itu tak lagi sunyi. Gemuruh mesin C-130 Hercules menggema membelah awan membawa ratusan prajurit Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad. Mereka siap mengadu nyali demi sebuah lambang kehormatan di dada yaitu Wing Para.

Berdasarkan pantauan redaksi Indonesia Defense Magazine, para prajurit ini diterjunkan tahap demi tahap dari 15 orang hingga 20 orang berurutan hingga 6 sortie. Pesawat C-130 tersebut take off dari Bandara Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur.

“Ini adalah tahap latihan para dasar yang menjadi bukti nyata komitmen Kostrad dalam membentuk prajurit lintas udara yang profesional, tangguh, dan siap digerakkan kapanpun negara memanggil,” kata Panglima Divisi 2 Kostrad, Mayjen TNI Susilo ditemui di lokasi penerjunan pertengahan Desember 2025 lalu.

Baca Juga: Strategi Penyiapan SDM Pusat Zeni TNI AD

Ia menjelaskan total ada 320 prajurit peterjun dari jajaran Divif 2 Kostrad mengikuti latihan ini. Mereka telah melewati tahap persiapan selama tiga minggu. “Mereka ditempa ketahanan fisik, mental, dan naluri hingga sampai tahap ini yaitu penerjunan selama satu bulan,” jelas Susilo.

Kostrad
Personel Divisi Infanteri 2/Kostrad bersiap melakukan penerjunan dari pesawat C-130 Hercules saat Latihan Terjun Para Dasar Mandiri di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) 3 Marinir, Grati, Pasuruan. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Lebih lanjut, kata Susilo yang kini telah mengemban tugas baru sebagai Perwira Staf Ahli Tingkat III Kepala Staf Angkatan Darat Bidang Manajemen Sistem Pertahanan Negara (Pa Sahli TK III KSAD Bidang Jemen Sishanneg), latihan ini menghadirkan berbagai skenario menantang seperti prajurit dilatih membawa perlengkapan tempur lengkap saat terjun sehingga menuntut kekuatan fisik dan disiplin tinggi.

“Peserta melaksanakan terjun di gunung juga hutan sebagai simulasi operasi di medan sulit, menguji kemampuan navigasi dan adaptasi prajurit di alam liar. Terjun malam yang sangat menantang yaitu latihan terjun senyap di kegelapan, melatih keberanian, ketepatan, dan koordinasi tanpa batas waktu,” kata Susilo.

Baca Juga: Penanggulangan Bencana dalam Negeri hingga Penugasan Internasional

Apa yang dijabarkan Mayjen TNI Susilo benar adanya. Tim redaksi yang berkesempatan langsung melihat persiapan para peterjun ini harus bangun lebih awal. Bukan tanpa sebab, pagipagi sekali kedisiplinan para peterjun ini sudah diuji. Mereka harus berangkat pukul 03.00 WIB dengan memanggul tas parasut yang beratnya hampir 50 kilogram belum termasuk senjata.

Sehingga para peterjun ini harus sudah berada di lokasi tepat waktu. Di sana telah menunggu puluhan pelatih yang sudah bertitel Jumpmaster (Master Lompat). Mereka kembali ditatar, diberikan masukan hingga tahap penerjunan nanti.

Kemudian setelah penerjunan selesai, para peterjun ini akan kembali ke markas. Setibanya di markas, mereka akan dinilai oleh pelatih. Biasanya di malam hari, tahap evaluasi kembali dilakukan. Kegiatan ini dilakukan selama sebulan dan berulang-ulang hingga para peterjun ini mahir.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.