Upacara Peringatan HUT ke-80 TNI Angkatan Laut
Jakarta, IDM – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI Angkatan Laut di Markas Komando Armada RI, Gunung Sahari, Jakarta, (10/9).
Tahun ini, HUT TNI AL mengusung tema “Dengan Semangat Jalesveva Jayamahe, TNI Angkatan Laut Siap Mengantarkan Rakyat Sejahtera, Bersatu, Berdaulat Menuju Indonesia Maju.”
Rangkaian upacara dimulai dengan pembacaan sejarah singkat TNI AL, dilanjutkan dengan penghormatan pasukan, pengucapan Sapta Marga, serta pemberian penghargaan kepada satuan TNI AL yang berprestasi. Peringatan HUT ini menjadi momentum penting bagi TNI AL untuk kembali memaknai delapan dekade perjalanan pengabdian, sekaligus melakukan evaluasi terhadap pencapaian yang telah diraih.
Baca Juga: Wamenhan Terima Kunjungan Kepala Staf Angkatan Darat Australia
Selain itu, momen ini juga dijadikan landasan dalam merumuskan langkah strategis TNI AL ke depan agar semakin siap menghadapi tantangan dan menjaga kedaulatan maritim Indonesia. (IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































