Tongkat estafet kepemimpinan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) III resmi berganti. Laksma TNI Hariyo Poernomo kini mengemban tanggung jawab sebagai komandan baru satuan komando kewilayahan tersebut.
Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) menyiagakan pos komando dan pengendalian (puskodal) bergerak berbasis kendaraan khusus. Puskodal mobile ini dikerahkan untuk memperluas jangkauan pemantauan sekaligus mempercepat respons operasi di perairan Indonesia.
TNI AL menangkap Kapal SPOB Nurfaizah 03 yang mengangkut 407 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di perairan Semarang, Jawa Tengah. Praktik pengangkutan BBM ilegal ini berpotensi merugikan negara hingga Rp6,5 miliar.
Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan pasukan khusus US Navy SEAL Team 1 asal Amerika Serikat menggelar latihan bersama di Markas Kopaska Koarmada RI, Surabaya, Jawa Timur. Latihan ini berfokus pada simulasi pertempuran jarak dekat di ruang terbatas, menembak runduk (sniper), hingga terjun payung militer.
Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) menggagalkan penyelundupan belasan satwa liar dilindungi di Pelabuhan Umum Pelindo, Kota Sorong, Papua Barat Daya. Petugas gabungan menyita 12 ekor burung langka endemik Papua yang sengaja disembunyikan di dalam kapal penumpang.
Para perwira siswa (pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LV Sesko TNI melaksanakan Latihan Penyusunan Rencana Kontingensi (Rentinkon) Kotamaops TNI Tahun 2026 dengan sandi "Waskita Dharma" di markas Komando Armada (Koarmada) RI, Jakarta, Senin (29/6).
TNI AL terus mempersempit ruang gerak kebocoran komoditas tambang strategis di dalam negeri. Paling baru, Komando Armada (Koarmada) RI melalui tim gabungan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Bangka Belitung menggagalkan penyelundupan 1,8 ton bijih timah kering di pantai Pangkul, Bangka Tengah, Rabu (24/6).
TNI AL memperketat pengawasan di sejumlah titik strategis perairan Indonesia untuk menekan angka kejahatan di laut. Upaya ini mencakup pemetaan menyeluruh terhadap jalur-jalur ilegal atau 'jalur tikus' yang membentang dari Selat Malaka hingga wilayah perairan Papua.
Komando Armada (Koarmada) RI menorehkan catatan gemilang dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia. Sepanjang tahun 2025 hingga Mei 2026, jajaran TNI AL sukses menyelamatkan potensi kerugian negara dengan angka fantastis mencapai lebih dari Rp14,86 triliun dari berbagai praktik ilegal di perairan Nusantara.