HANKAM

Sembunyikan Burung Langka di Kapal, Penyelundup di Sorong Dikepung TNI AL

burung langka
Barang bukti 12 ekor burung langka endemik Papua yang berhasil diamankan dari upaya penyelundupan di Pelabuhan Pelindo, Sorong, Sabtu (11/7). (Foto: Dok. Dispen Koarmada RI)

Jakarta, IDM – Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) menggagalkan penyelundupan belasan satwa liar dilindungi di Pelabuhan Umum Pelindo, Kota Sorong, Papua Barat Daya. Petugas gabungan menyita 12 ekor burung langka endemik Papua yang sengaja disembunyikan di dalam kapal penumpang.

Kasus ini terendus saat satuan tugas intelijen (satgas intel) Pusat intelijen TNI AL (Pusintelal) menerima laporan mengenai pergerakan mencurigakan di dalam kapal motor (KM) Gunung Dempo. Tim gabungan yang melibatkan Denintel dan Pomal Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XIV Sorong langsung mengepung area dermaga dan menyisir titik persembunyian satwa tersebut.

Baca Juga: 35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang, Ini Daftarnya

Panglima Koarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata menjelaskan jajarannya langsung menyergap target begitu kapal bersandar. Langkah ini berhasil mengunci ruang gerak pelaku sebelum satwa-satwa curian tersebut keluar dari area pelabuhan.

burung langka
Dua ekor Jagal Papua, salah satu spesies burung dilindungi yang turut disita dari tangan pelaku penyelundupan. (Foto: Dok. Dispen Koarmada RI)

"Tim gabungan mengamankan 12 ekor burung dilindungi dari tangan pelaku. Hasil pendataan menunjukkan satwa liar tersebut terdiri atas satu ekor nuri bayan, dua ekor pitohoi, dua ekor jagal papua, dan tujuh ekor nuri masda," kata Denih dalam keterangannya, Sabtu (11/7).

Denih memastikan intelijen TNI AL saat ini tengah memburu dalang utama di balik jaringan perdagangan satwa ilegal tersebut. Penindakan tegas ini menjadi bukti komitmen instansinya dalam menjaga kekayaan hayati nusantara dari jarahan pemburu liar.

Baca Juga: TNI AD Seleksi Calon Dosen, Mengajar di Institusi Militer Australia

Penyelundupan satwa endemik ini jelas merusak rantai makanan di alam dan memicu kepunahan keanekaragaman hayati asli Papua. Oleh karena itu, hukum harus menjerat para pelaku secara maksimal.

Usai menyisir seluruh sudut kapal, TNI AL langsung menyerahkan belasan burung langka tersebut kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Wilayah I Sorong. Pihak otoritas bakal mengarantina satwa-satwa tersebut sebelum melepaskannya kembali ke hutan Papua.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.