TNI AL Selamatkan Harta Negara Rp14,8 Triliun dari Kejahatan Laut Sepanjang 2025-2026

Jakarta, IDM – Komando Armada (Koarmada) RI menorehkan catatan gemilang dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia. Sepanjang tahun 2025 hingga Mei 2026, jajaran TNI AL sukses menyelamatkan potensi kerugian negara dengan angka fantastis mencapai lebih dari Rp14,86 triliun dari berbagai praktik ilegal di perairan Nusantara.
Panglima Koarmada (Pangkoarmada) RI Laksdya Denih Hendrata menegaskan, capaian ini merupakan bukti nyata TNI AL dalam mendukung program pemerintah yang tertuang dalam Asta Cita ketujuh, yakni memperkuat reformasi hukum serta pemberantasan korupsi dan narkoba.
"Sepanjang tahun 2025, TNI AL berhasil menggagalkan berbagai penyelundupan dengan total nilai ekonomi negara yang diselamatkan mencapai Rp
14,7 triliun lebih," ujar Denih di Markas Komando Koarmada RI, Jakarta, Selasa (12/5).
Baca Juga: Mengenal TKMPP, Perumus Kebijakan Partisipasi Indonesia dalam Pemeliharaan Perdamaian Dunia
Rincian Penyelamatan Aset Tahun 2026
Tren positif penegakan hukum ini terus berlanjut pada 2026. Hingga Mei, Koarmada RI mencatatkan tambahan penyelamatan kerugian negara sebesar Rp112,97 miliar dari total 26 kegiatan ilegal.

Berikut rincian keberhasilan operasi bulanan selama 2026:
- Januari: Menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp1,55 miliar dari kasus sabu, satwa ternak, dan arang bakau.
- Februari: Mengamankan aset senilai Rp16,23 miliar, termasuk penggagalan penyelundupan sianida dan pasir timah.
- Maret: Membukukan penyelamatan Rp6,77 miliar dari komoditas pasir timah hingga rokok ilegal tanpa cukai.
- April: Mencatat angka tertinggi sebesar Rp51,28 miliar yang mencakup kasus sisik trenggiling dan benih bening lobster.
- Mei: Menggagalkan distribusi ilegal senilai Rp14,97 miliar dari komoditas miras, rokok, hingga 14,4 juta ekor benih lobster.
Baca Juga: Rotasi 742 Prajurit UNIFIL, Pemerintah Perkuat Strategi Perlindungan Pasukan TNI di Zona Konflik

Penyelamatan Jutaan Nyawa
Selain nilai materiil, operasi keamanan laut ini berdampak masif pada perlindungan warga negara. TNI AL berhasil menyelamatkan sekitar 24,5 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika sepanjang 2025. Sementara itu, pada periode Januari hingga Mei 2026, sebanyak 6.715 jiwa lainnya turut terlindungi dari bahaya serupa.
Denih menyebut keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi solid bersama instansi terkait seperti Polri, Bea Cukai, hingga Bakamla RI. Penindakan tegas dilakukan di seluruh wilayah strategis nasional, mulai dari Selat Malaka hingga perairan Papua.
"Kami akan terus meningkatkan kesiapsiagaan operasi, deteksi dini, dan tindak tegas terhadap setiap bentuk pelanggaran hukum di wilayah perairan Indonesia," pungkas Denih. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































