TNI AL Sita 1,8 Ton Timah Selundupan di Babel

Jakarta, IDM – TNI AL terus mempersempit ruang gerak kebocoran komoditas tambang strategis di dalam negeri. Paling baru, Komando Armada (Koarmada) RI melalui tim gabungan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Bangka Belitung menggagalkan penyelundupan 1,8 ton bijih timah kering di pantai Pangkul, Bangka Tengah, Rabu (24/6).
Nilai ekonomis dari total 37 kampil atau karung timah selundupan yang disita tersebut diperkirakan menembus Rp540 juta. Komoditas tambang kering ini rencananya diselundupkan keluar dari wilayah Bangka melalui jalur laut tikus.
Baca Juga: Tak Perlu ke Italia, Teknisi RI Bakal Bisa Bongkar-Pasang Mesin Kapal PPA Sendiri
Operasi senyap ini bermula saat personel Lanal Bangka Belitung melakukan patroli rutin di sepanjang pesisir pantai Pangkul. Di tengah malam, personel mencurigai kobaran api unggun di area pantai yang menuntun mereka pada penemuan dua unit mobil pikap kosong serta siluet kapal motor berukuran kecil (speed boat).

Kemudian, tim menyergap lokasi dan langsung menahan empat orang pekerja angkut di atas kapal. Petugas mengungkap para pelaku tersebut masing-masing berinisial ES (24), S (38), TS (40), dan MI (40). Selain para penyelundup dan timah senilai ratusan juta rupiah, petugas juga menyita kendaraan berupa satu unit Daihatsu Granmax dan satu unit Suzuki Carry untuk penyelidikan mendalam.
Panglima Koarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata menegaskan, keberhasilan penindakan ini merupakan bukti kesiapsiagaan prajurit TNI AL dalam melindungi kekayaan alam nasional dari penjarahan massal di pasar gelap.
Baca Juga: TNI AL dan Angkatan Laut Brunei Sepakat Hadapi Tantangan Maritim Kawasan
"Prajurit Koarmada RI akan terus bergerak cepat, bertindak tegas, dan hadir di garis depan untuk menjaga kedaulatan serta menegakkan hukum demi melindungi kepentingan bangsa dan negara," ujar Denih dalam keterangannya.
Denih memastikan TNI AL bakal memperketat pengawasan terpadu di wilayah perairan rawan pertambangan tanpa izin (ilegal mining) tersebut. Langkah ini menjadi prioritas utama demi memastikan seluruh kekayaan bumi Indonesia tidak bocor dan sepenuhnya mengalir untuk kemakmuran rakyat.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































