Upacara Penyambutan Satgas Port Visit Mesir 2024, Sukses Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina
Jakarta, IDM - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyambut kepulangan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 beserta 214 prajurit di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (15/3).
Kapal bantu rumah sakit dan prajurit TNI AL yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Port Visit Mesir 2024 itu, tiba di tanah air usai merampungkan misi mengantarkan bantuan kemanusiaan ke Pelabuhan El Arish, Mesir, untuk rakyat Palestina di Gaza.
Upacara dihadiri para petinggi TNI seperti Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto; Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali; Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak; serta sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Pertahanan RI; Mabes TNI; dan Mabes TNI AL.
Baca Juga: Kejuaraan Nasional Karate KASAL Cup ke-3 Tahun 2024
Dalam kesempatan itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyematkan lencana Satyalancana Santi Dharma kepada Satuan Tugas Port Visit Mesir 2024, sebagai bentuk kehormatan telah menyelesaikan tugas selama 57 hari, untuk mengantar paket bantuan seberat 242,6 ton bagi rakyat Palestina.
(IDM/Septo Kun Wijaya)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































