Uji Kesiapan Prajurit Lewat Latihan Perang Hutan di Super Garuda Shield 2025
Baturaja, IDM - Personel Batalyon Infanteri 330/Tri Dharma TNI Angkatan Darat bersama personel Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) melaksanakan latihan perang hutan dalam rangkaian Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield 2025 di Pusat Latihan Tempur, Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, (30/8).
Latihan ini menitikberatkan pada taktik pertempuran di medan hutan dengan tujuan meningkatkan kemampuan tempur, keterampilan bertahan, serta koordinasi antar pasukan.
Dalam simulasi yang digelar, prajurit dilatih melakukan manuver penyerangan hingga terlibat kontak senjata di wilayah yang digambarkan telah dikuasai musuh. Dirancang untuk menguji kesiapan personel dalam menghadapi situasi perang rimba yang menuntut ketangkasan, disiplin, dan kerja sama tim.
Super Garuda Shield 2025 merupakan latihan militer multinasional yang melibatkan ribuan personel dari berbagai negara sahabat. Latihan tahunan ini menjadi ajang strategis untuk mempererat hubungan pertahanan sekaligus memperkuat interoperabilitas antara TNI dan militer negara mitra. (IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































