TNI AU Kerahkan Alutsista Terbaru dalam Latihan Terintegrasi TNI 2026, A400M hingga Rafale
Jakarta, IDM – Latihan Terintegrasi TNI 2026 menjadi ajang pembuktian bagi alat utama sistem persenjataan (alutsista) terbaru TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Untuk pertama kalinya sejak resmi memperkuat TNI AU pada 2026, pesawat tempur Rafale dan pesawat angkut strategis A400M dilibatkan dalam latihan gabungan tiga matra. Hal itu sekaligus menandai langkah awal pengujian kemampuan operasional keduanya dalam skenario tempur terpadu.
Kehadiran kedua alutsista tersebut melengkapi pengerahan berbagai unsur udara lainnya, mulai dari pesawat tempur, pesawat angkut, pesawat intai, helikopter, hingga pesawat tanpa awak.
TNI AU juga dilaporkan mengerahkan F-16 Fighting Falcon dan C-130 Hercules yang selama ini menjadi tulang punggung operasi udara. Dalam latihan yang berlangsung di Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 9 Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, pada Rabu (5/8), seluruh unsur tersebut menjalankan peran masing-masing dalam skenario operasi gabungan yang dirancang menyerupai kondisi pertempuran sesungguhnya.
Baca Juga: Latihan Operasi TNI Terintegrasi 2026 Tampilkan Kekuatan Tiga Matra di Pantai Todak
Pada skenario operasi matra udara, TNI AU mengawali misi dengan serangan udara menggunakan pesawat tempur Rafale dan F-16 yang menjatuhkan bom MK-82. Operasi kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan operasi khusus oleh Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat).
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan, keterlibatan TNI AU dalam latihan ini tidak hanya bertujuan untuk menguji kesiapan operasi udara, tetapi juga memperkuat interoperabilitas antarmatra serta meningkatkan profesionalisme prajurit dalam mendukung operasi gabungan TNI.
"Latihan Terintegrasi TNI 2026 menjadi momentum bagi TNI Angkatan Udara untuk menguji kesiapan operasi udara sekaligus memperkuat interoperabilitas antarmatra dalam mendukung operasi gabungan TNI guna menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ujar Nyoman, dikutip dari siaran pers Dispenau, Jumat (7/8). (yas/mh)
Hankam

Rapat DPN, Menhan Sjafrie Kumpulkan Kepala BIN, Panglima TNI, Kapolri hingga Kepala Staf Angkatan
Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengumpulkan Wakil Menteri Pertahanan RI, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Panglima TNI, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) hingga tiga kepala staf angkatan di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Senin (2/11). Mereka berkumpul dalam…
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































