TNI AL Rampungkan Pembongkaran Pagar Laut di Tangerang
Tangerang, IDM - Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL merapikan bambu hasil pembongkaran pagar laut di Pantai Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Banten, (13/2).
Operasi ini membongkar 28,8 kilometer dari total 30,16 kilometer pagar laut yang ada, dengan menyisakan 1,36 kilometer yang diharapkan dapat dibongkar secara mandiri oleh para nelayan.
Proses pembongkaran pagar laut melibatkan berbagai satuan TNI AL seperti Pasmar 1, Satkopaska, Dislambair, Lantamal III Jakarta (Satrol, Denma, dan Yonmarhanlan III). Di samping itu juga melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (PSDKP); Kementerian Perhubungan, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP); Polairud Baharkam; Badan Keamanan Laut (Bakamla) dan para nelayan.
Baca Juga: TNI AD Tanam Ribuan Bibit Tanaman di Kawasan Gunung Hejo Jawa Barat
Hujan lebat disertai angin kecang mengiringi proses pembongkaran tersebut, termasuk ombak tinggi, serta arus laut yang kuat. Selain itu, saat air laut surut, kedangkalan perairan menyulitkan pergerakan tim dalam melaksanakan tugas pembongkaran. (IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































