TNI AL Bagikan Bantuan Sosial Untuk Korban Gempa Cianjur
Cianjur, IDM - TNI Angkatan Laut bersama Alumni AKABRI lulusan tahun 1989 memberikan bantuan sosial kepada korban Gempa Bumi di Cianjur, Jawa Barat, (18/3).
Bantuan yang diberikan berupa ribuan bahan sembako, obatan obatan serta kebutuhan harian masyarakat yang disalurkan secara langsung ke desa desa yang terdampak gempa bumi Cianjur.
Kegiatan sosial tersebut melibatkan seluruh Matra dari TNI AD, TNI AL, TNI AU serta Kepolisian RI. Dalam hal ini TNI AL berkesempatan melaksanakan pendistribusian bahan bantuan serta melaksanakan trauma healing untuk mengatasi rasa traumatis pascagempa bumi yang menguncang Cianjur, Jawa Barat pada 4 bulan lalu.
Baca Juga: Di Hadapan Menhan dan KSAU, Baret Jingga Unjuk Gigi dalam Manuver Lapangan Operasi Udara
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa TNI AL akan terus melaksanakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) serta bekerja sama dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, salah satunya adalah penanggulangan bencana alam yang bisa saja terjadi kapan pun. (Faisal Ramadhan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































