Persiapan Paskibraka Nasional Jelang HUT Ke-80 RI di Cibubur
Depok, IDM – Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional mengikuti latihan di Lapangan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Wiladatika Cibubur, Depok, (7/8).
Sebanyak 76 anggota Paskibraka Nasional mengikuti latihan gabungan untuk memantapkan kesiapan jelang pelaksanaan Upacara Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka. Komponen upacara dalam hal ini adalah Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan satuan Kepolisian Indonesia (Polri).
Para anggota Paskibraka ini merupakan perwakilan dari setiap provinsi yang ada di Indonesia. Latihan gabungan ini termasuk proses pembawa baki menaiki dan menuruni tangga menghadap Presiden Prabowo Subianto nantinya.
Baca Juga: Latihan Demo Udara Jelang Pelaksanaan Upacara Kehormatan Militer
Dimulai dari 7 Agustus hingga 11 Agustus mendatang, seluruh komponen upacara akan melaksanakan latihan gabungan secara rutin, baik untuk penaikan ataupun penurunan bendera. Setelah selesai latihan gabungan, setiap komponen peserta upacara mendapat arahan langsung dari pelatih masing-masing. Arahan ini menyampaikan kekurangan yang ada pada latihan pertama ini. (IDM/Septo Kun Wijaya)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































