Peringati Hari Dharma Samudra, TNI AL Pentaskan Wayang Orang "Pandowo Boyong"




Jakarta, IDM - Suasana peluncuran Kesenian Tradisional Lakon Wayang Orang "Pandowo Boyong" di Gedung Olahraga Mabesal, Jakarta, Jumat (9/12).
Dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudra dan Pelestarian Wayang Orang sebagai Kesenian Tradisional Indonesia, TNI AL bersama Laskar Indonesia Pusaka (LIP) dan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi menggelar pentas seni Wayang Orang "Pandowo Boyong" di Taman Ismail Marzuki pada 23 Januari 2023 mendatang.
Keterlibatan TNI AL dalam pergelaran seni budaya ini sebagai bentuk apresiasi serta dukungan kepada seni panggung karya anak bangsa agar lebih dikenal lagi, baik oleh generasi milenial maupun oleh negara luar. Pada acara peluncuran Wayang Orang Pandowo Boyong, di hadiri langsung oleh sejumlah tokoh yang akan bermain seperti, Laksamana Yudo Margono, Laksma TNI Julius Widjojono, Choky Sitohang,
Baca: KSAL Bakal “Boyong” Dua Pati TNI AL Ini ke Mabes TNI?
Pendiri Museum Rekor Indonesia Jaya Suprana, Marcella Zalianty dan beberapa tokoh lainnya, baik dari TNi AL maupun artis tanah air. (Septo Kun Wijaya)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































