Pemerintah Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina
Jakarta, IDM – Kendaraan angkut Forklift membawa bantuan kemanusian Indonesia Palestina menuju pesawat Hercules C-130 di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Sabtu, (4/11).
Pada tahap pertama, bantuan seberat 51,5 ton dari Indonesia itu diangkut menggunakan 2 pesawat Hercules C-130 milik TNI AU dan satu pesawat sewaan, Boeing A-330. Paket tersebut terdiri dari bahan makanan, alat medis, selimut, tenda, serta perlengkapan logistik yang telah disesuaikan dengan kebutuhan di Gaza.
Bantuan ini menegaskan komitmen solidaritas Indonesia terhadap rakyat Palestina.
Baca Juga: Benteng Kedung Cowek, Sisa Peninggalan Hindia Belanda di Surabaya
Pengiriman bantuan dilepas oleh Presiden Joko Widodo yang didampingin Menteri Pertahanan Prabowo Subianto; Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi; Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin; Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono; Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo; dan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun
(IDM/Faisal Ramadhan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































