Panglima TNI Pimpin Serah Terima Jabatan KSAU
Jakarta, IDM - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyerahkan bendera panji Swa Bhuwana Paksa kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) yang baru Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono. Upacara serah terima jabatan (sertijab) tersebut berlangsung di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (5/4).
Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono resmi menjabat sebagai KSAU menggantikan Marsekal TNI Fadjar Prasetyo yang memasuki masa pensiun pada tanggal 9 April 2024.
Sebelum upacara dimulai, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memantau para peserta upacara dengan menggunakan kendaraan tempur.
Baca Juga: TNI AL Lepas Keberangkatan Mudik Gratis dengan KRI Banda Aceh-593
Setelah penandatanganan surat sertijab, Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memberikan Bendera Pataka TNI AU kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, yang kemudian diserahkan kepada Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.
Nampak hadir dalam acara tersebut Menko Polhukam Hadi Tjahjanto; Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo; Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak; dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.
(IDM/Septo Kun Wijaya)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































