Panglima TNI dan Kapolri Meninjau Apel Gelar Pengamanan Pelantikan Presiden di Monas
Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo meninjau pasukan saat Apel Gelar Pengamanan VVIP dalam rangka pelantikan presiden dan wakil presiden di Monas, Jakarta, Jumat (18/10).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, didampingi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Apel dilakukan untuk memastikan kesiapan prajurit yang akan mengamankan jalannya upacara pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Minggu, 20 Oktober 2024.
Baca Juga: Apel Pengamanan VVIP Acara Pelantikan Presiden dan Wakil di Lanud Halim Perdanakusuma
Nampak hadir Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak; Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali; dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.
Pada pelantikan presiden nanti, sebanyak 100.000 personel TNI akan diturunkan untuk menjaga keamanan di lokasi. Pengamanan ekstra ketat diberlakukan untuk memastikan kelancaran prosesi, serta menjaga situasi keamanan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.(IDM/Septo Kun Wijaya)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































