Mutasi dan Promosi Terbaru Pati TNI: Pangkogabwilhan II, Asisten KSAL hingga Kapuspen Dirotasi

Jakarta, IDM – Sejumlah jabatan strategis di tubuh TNI dirotasi dalam surat mutasi, rotasi, dan promosi terbaru terhadap perwira tinggi (pati) TNI di tiga matra.
Rotasi jabatan itu termaktub dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/486/III/2026 tertanggal 31 Maret 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI.
TNI AD
Di matra darat, Letjen TNI Agus Widodo yang sebelumnya menjabat Direktur Jenderal Strategi Pertahanan (Dirjen Strahan) Kementerian Pertahanan, ditunjuk menjadi Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).
Agus Widodo bakal menggantikan Komisaris Jenderal (Pol) Imam Sugianto yang menuju usia pensiun.
Posisi Dirjen Strahan Kemhan kemudian diemban Mayjen TNI Bagus Suryadi Tayo yang sebelumnya menjabat Panglima Divisi Infanteri 3/Kostrad.
Kemudian, Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen Pertahanan (Ka BIK Intelhan) Kemhan Mayjen TNI Robi Herbawan dipromosikan menjadi Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI.
Robi menggantikan posisi Letjen Richard Tampubolon yang menjadi Pjs Kabais TNI. Richard saat ini menjabat Kepala Staf Umum (Kasum) TNI.
Selanjutnya, Asisten Intelijen Kepala Staf Kostrad Brigjen TNI Muhammad Nas ditunjuk menjadi Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI menggantikan Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah.
Baca Juga: Bukan Cuma Senjata, Pakar Dunia hingga Mantan KSAL Ungkap Rahasia Sea Power di Seskoal
TNI AL
Di TNI AL, sejumlah asisten dari Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali dirotasi.
Asisten Komunikasi dan Elektronika (Askomlek) KSAL Laksda TNI Yudi Cahyadi ditunjuk menjadi Asisten Personel (Aspers) KSAL menggantikan Laksda TNI Bambang Irwanto yang segera pensiun.
Kepala Dinas Materiel Senjata dan Elektronika TNI AL (Kadissenlekal) Laksma TNI Dwi Cahyo Kuncoro kemudian menggantikan Yudi Cahyadi menjadi Askomlek KSAL.
Selanjutnya, Staf Ahli KSAL Laksda TNI Andy Kriswanto ditunjuk Asintel KSAL menggantikan Laksda TNI Akmal yang akan pensiun.
Staf Ahli KSAL Tingkat III Bidang Keamanan Laut Laksda TNI Dwi Sulaksono ditunjuk Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) KSAL.
Baca Juga: Kodim 1801/Manokwari Bangun Rumah Warga Melalui Program TMMD ke-128
TNI AU
Di matra udara, Komandan Sesko TNI Marsdya TNI Arif Widianto ditunjuk menjadi Inspektur Jenderal TNI AU (Irjenau) menggantikan Marsdya TNI Arif Mustofa yang dimutasi sebagai Staf Khusus KSAU.
Marsdya TNI M Khairil Lubis, yang semula Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II, ditunjuk menjadi Dansesko TNI menggantikan Arif Widianto.
Kemudian, Panglima Komando Daerah TNI AU (Pangkodau) I Marsda TNI Muzafar ditunjuk menjadi Pangkogabwilhan II menggantikan Khairil Lubis.
Marsma TNI Ali Gusman yang semula menjadi Komandan Grup Angkut, ditunjuk menjadi Komandan Lanud Halim Perdanakusuma.
Indonesia Defense Magazine (IDM) telah mencoba mengonfirmasi mutasi, rotasi, dan promosi ini ke Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi. Namun, hingga berita ini ditulis, Aulia belum memberikan respons. (nma)
Hankam

Lagi-lagi WNA India Selundupkan Serbuk Emas Lewat Perut di Juanda, Kali Ini 2,1 Kg Disikat TNI AL
Aksi penyelundupan serbuk emas ilegal di Bandara Internasional Juanda kembali terbongkar. Kali ini, petugas gabungan TNI AL menggagalkan upaya penyelundupan seberat 2,1 kilogram yang disembunyikan di dalam perut oleh dua warga negara asing asal India.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































