Bukan Cuma Senjata, Pakar Dunia hingga Mantan KSAL Ungkap Rahasia Sea Power di Seskoal

Jakarta, IDM – Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) mempertebal cakrawala berpikir para calon pemimpin masa depan dengan menghadirkan deretan maestro strategi maritim. Dalam rangkaian kuliah umum di Cipulir, Jakarta Selatan, selama 6-8 Mei, pakar global bersama para mantan pimpinan TNI AL membedah tuntas esensi kekuatan laut atau sea power yang sesungguhnya.
Pakar strategi maritim paling berpengaruh di dunia, Geoffrey Till, membuka wawasan para perwira siswa pendidikan reguler angkatan ke-65, kekuatan laut melampaui urusan persenjataan. Penulis buku legendaris ini menekankan pentingnya integrasi antara kekuatan militer, diplomasi, penegakan hukum, hingga pilar ekonomi.
Baca Juga: Kodim 1801/Manokwari Bangun Rumah Warga Melalui Program TMMD ke-128
"Kekuatan laut bukan sekadar soal senjata, tetapi mencakup militer, diplomasi, penegakan hukum di laut, dan ekonomi. Esensi kekuatan laut bukan hanya jumlah kapal perang, melainkan juga industri galangan kapal, pelabuhan, hukum laut, serta kesadaran masyarakat terhadap laut," ungkap Geoffrey, dikutip dari keterangan Pen Seskoal, Jumat (8/5).
Melengkapi perspektif teori tersebut, Laksamana (Purn) Achmad Taufiqoerrochman membagikan resep kepemimpinan lapangan berdasarkan pengalaman tempur nyata. Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) sekaligus eks Kepala Bakamla RI ini menceritakan kembali keberhasilan Operasi Duta Samudera 1 saat membebaskan MV Sinar Kudus dari cengkeraman perompak Somalia.

"Jadikan kuliah umum ini sebagai bekal intelektual dalam menyongsong tugas-tugas besar yang menanti kalian di masa depan. Pemingin harus memahami 12 prinsip kepemimpinan militer serta mampu mengaplikasikan asas operasi militer, baik dalam kondisi perang maupun selain perang," tegas Taufiqoerrochman.

Sementara itu, Laksamana (Purn) Marsetio mempertajam pemahaman siswa mengenai transformasi geopolitik atau konstelasi politik antarnegara dalam ruang geografis. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) ke-24 ini menegaskan, kekuatan laut Indonesia merupakan hasil penyatuan seluruh potensi maritim nasional yang mencakup geografi strategis hingga karakter budaya bangsa.
Baca Juga: TNI AD Bangun Jembatan Gantung Garuda dan Jalankan Program Gentengisasi di Jakarta Utara
"Kekuatan laut bukan sekadar kekuatan militer di laut, melainkan integrasi dari seluruh potensi maritim nasional. Ini mencakup kekuatan armada, infrastruktur seperti galangan kapal, posisi strategis Indonesia di antara dua samudra, serta karakter masyarakat yang memiliki budaya maritim," jelas Marsetio.
Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari intellectual exercise atau latihan asah otak bagi 129 perwira siswa guna mewujudkan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Melalui pembekalan dari para maestro ini, Seskoal memastikan para calon pemimpin TNI AL memiliki landasan berpikir yang kuat untuk menghadapi tantangan maritim abad ke-21 yang kian kompleks. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































