Melihat Alutsista Brigade Parako 2 Pasgat di Yonko 466
Makassar, IDM – Brigade Parako 2 Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) TNI AU memperlihatkan sejumlah alat utama sistem pertahanan di Batalyon Komando 466 Kopasgat, Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Selasa (23/9).
Persenjataan tersebut diantaranya senapan mesin, senapan runduk anti materiel, pistol, hingga pakaian tempur diperlihatkan kepada awak media yang berkunjung ke Yonko 466. Selain itu, ada pula kendaraan taktis seperti Atav P6, P2 Tiger dan Turangga, yang nantinya akan digunakan untuk demo pertunjukan simulasi operasi di Monas saat HUT ke-80 TNI.
Kendaraan taktis ini digunakan untuk mendukung operasi militer, termasuk pengamanan dan pertahanan sasaran strategis, operasi khusus, serta tugas tempur lainnya yang memerlukan kemampuan gerak cepat dan daya tahan di berbagai medan.
Baca Juga: Apel Kesiagaan Lalu Lintas dan Parkir Jelang HUT ke-80 TNI
Menariknya, dari ketiga kendaraan taktis tersebut, yakni Rantis Turangga dilapisi baja di seluruh bagian mobil yang membuat kendaraan ini tahan akan tembakan senapan apapun. Mobil ini juga memiliki kemampuan anti-drone karena bisa dipasangi sistem RCWS seperti Aselsan SARP yang dikembangkan khusus untuk melawan ancaman drone. (IDM/Septo Kun Wijaya)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































