Laga Pembuka Asian Cadets & Junior Judo Championship 2025
Jakarta, IDM – Sejumlah atlet judo beradu kekuatan pada kejuaraan Asian Cadets & Junior Judo Championship 2025 di Tennis Indoor Gelora Bung Karno Jakarta, Kamis (11/9).
Kejuaraan ini mempertemukan atlet-atlet usia muda dari kategori cadet (15-17 tahun) dan junior (18-20 tahun), yang diikuti oleh 394 judoka dari 22 negara. Kompetisi ini mempertandingkan 30 kelas berat mulai dari -40 kg hingga +100 kg yang berlangsung hingga 15 September 2025.
Selama empat hari ke depan, kejuaraan ini akan mempertandingkan berbagai nomor dalam kategori cadets dan junior, dengan harapan melahirkan bibit-bibit judoka Asia yang tangguh, disiplin, dan berprestasi.
Baca Juga: Upacara Peringatan HUT ke-80 TNI Angkatan Laut
Kejuaraan ini dibuka langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang juga menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Judo Seluruh Indonesia (PBJSI) dan Presiden Judo Asia. Pada laga perdana sejumlah atlet langsung menunjukan tajinya dihadapan para penonton yang hadir, mulai dari pejudo Uzbekistan, Mongolia, India, dan Indonesia. (IDM/Septo Kun Wijaya)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































